Pengabdian Tanpa Batas, Kisah Polairud dan Penjaga Laut Garut Selatan
Angin berhembus di pantai selatan tak sekencang biasanya, air laut sedikit tenang, pantai nampak sepi dan hanya segelintir orang yang bermain-main di
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
Belum lagi ucapnya, anggotanya harus berdamai dengan segala keterbatasan alat dukung, seperti unit patroli tipe C2 yang sejak tahun 2012 itu sudah banyak mengalami kerusakan.
Begitu juga dengan speed boat 400pk yang mereka miliki sudah perlu peremajaan lantaran sering bermasalah seperti mati mesin saat berpatroli di tengah lautan.
"Kapal kadang tiba-tiba mati itu sering, kami sering diderek nelayan untuk kembali bersandar," katanya.
Aep menjelaskan, dengan sinergitas bersama warga masyarakat, tugasnya itu bisa sedikit lebih mudah, jalinan kerjasama itu ungkapnya sudah dibangun sejak lama.
Warga selatan Garut juga membentuk sejumlah forum gotong royong untuk membantu dalam penangan pelbagai masalah seperti kebencanaan.
Kelompok gotong royong dari berbagai elemen masyarakat itu berkumpul dalam wadah yang diberi nama Forum Relawan Penanggulangan Bencana Garut Selatan.
"Kami berkomunikasi dengan baik dengan masyarakat, mereka seringkali menjadi penentu keberhasilan kami dalam menjalankan tugas,"
"Kami dan masyarakat di sini saling menaruh kepercayaan, mereka bahkan membantu kami dengan ikhlas tanpa imbalan apapun, hubungan baik dengan masyarakat adalah obat di kala kami kelelahan," tambah Aep.
Bahkan jelasnya, terdapat satu momen yang tak luput dari ingatannya baru-baru ini, tepatnya saat masa liburan lebaran 2025.
Kala itu lebih dari seribu orang wisatawan memadati kawasan pantai selatan Kabupaten Garut, korban kecelakaan laut pun tak terelakkan.
Tercatat ada 3 wisatawan yang meninggal dunia karena tenggelam saat beraktivitas di pantai Sayang Heulang dan Pantai Karangpapak.
"Kami Polairud sangat sibuk kala itu, korban berjatuhan, diantara mereka ada yang hilang diduga jatuh ke palung laut. Tak ada yang bisa kami perbuat selain berjibaku untuk menemukan korban," ungkapnya.
Aef menuturkan, dari tiga korban yang meninggal akibat tenggelam, empat orang berhasil selamat dalam peristiwa maut itu.
Dibantu tim pencarian dari TNI, Basarnas, Balawista dan relawan kebencanaan, satu persatu korban akhirnya bisa ditemukan meski dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Aep mengungkapkan perasaannya saat itu, ia menyebut merasa terpukul melihat satu persatu korban berjatuhan.
| Pelayanan Paspor di MPP Sumedang Kini Jadi Dua Kali Sepekan |
|
|---|
| Kalender Mei 2026: Tanggal 14 Libur Panjang Akhir Pekan |
|
|---|
| 4 Destinasi Terseru di Kota Priangan Timur, Ada Bukit, Sungai, Puncak, dan Laut, Catat Lokasinya |
|
|---|
| Jalur Pantai Batuhiu-Madasari Akan Terang Benderang, Dishub Pasang 243 Unit Lampu |
|
|---|
| Kalender Mei 2026: Long Weekend Pekan Kedua Ada Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/siqialgifaririririr.jpg)