Miliki Industri Hijau Global, Kemenko PM Ingin Kerajinan Bambu di Garut Cepat Bertransformasi
Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat memantau langsung para pengrajin bambu di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Kemenko PM dorong transformasi sentra bambu Selaawi Garut.
- Pasar global besar (USD79,36M→115,3M), kontribusi RI baru 1 persen.
- Solusi: pelatihan, inovasi, kualitas & pemasaran agar produk saing global.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memantau langsung para pengrajin bambu di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kawasan industri kerajinan bambu Selaawi itu didorong untuk cepat bertrasformasi lantaran bambu sudah memiliki tempat di industri hijau global.
Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Prof. rer.nat Abdul Haris mengatakan bahwa bambu merupakan komoditas strategis yang memiliki peluang besar di tingkat global.
"Nilai pasar bambu dunia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai USD 79,36 miliar,dan diproyeksikan terus meningkat hingga USD 115,3 miliar pada tahun 2030," ujarnya saat memberikan pelatihan kepada puluhan pengrajin bambu di Kecamatan Selaawi, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Refleksi Hari Kartini di Garut, Perempuan Dinilai Semakin Jauh dari Ekologi
Namun demikian, ia menuturkan bahwa produksi olahan bambu di Indonesia hanya berkontribusi sebesar 1 persen.
Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga diperlukan peningkatan kualitas produksi, inovasi desain, serta penguatan pemasaran agar produk bambu lokal mampu bersaing di pasar global dan memberikan nilai tambah bagi para pengrajin.
"Kesenjangan antara potensi dan realitas inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama melalui peningkatan kapasitas, inovasi, dan kualitas produksi," ungkapnya.
Melalui pelatihan itu, diharapkannya para peserta mampu mengembangkan variasi produk, meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, menerapkan standar kualitas yang lebih baik, serta membangun model usaha berbasis bambu yang berkelanjutan.
Kegiatan ini ucapnya terselenggara melalui kolaborasi antara Kementerian Koordinator PM, akademisi dari IPB University, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.
"Dari tangan-tangan terampil inilah lahir produk bernilai tinggi yang tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga membawa nama Indonesia ke tingkat global," tandasnya. (*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News
| 34 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Garut Hari Ini Diprediksi Turun Hujan Ringan |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling Hari Ini Wilayah Garut Hadir di Iqro Leles |
|
|---|
| Tandai Kebangkitan Partai Ka'bah, Muscab PPP Garut Pertamakalinya Akan Dilangsungkan di Pesantren |
|
|---|
| 3 Gempa Guncang Jabar Hari Ini: Cimahi, Garut dan Pangandaran Digetarkan |
|
|---|
| Masih Ada Waktu Untuk Adakan Acara Walimatussafar, Simak Contoh Kalimat Sambutan dan MC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/pelatihan-kerajinan-bambu-di-garut-1.jpg)