Produsen Nutrisi Ibu Hamil dan Anak Ini Sabet Indonesia Best HSE 2025

Sarihusada berhasil mendapat predikat Indonesia best health, safety, and environment (HSE) implementation 2025 kategori manufaktur 'very good'.

Sarihusada
PENGHARGAAN - Produsen perusahaan berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui juga anak, Sarihusada, berhasil mendapat predikat Indonesia best health, safety, and environment (HSE) implementation 2025 kategori manufaktur 'very good', dari SWA media group. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Produsen perusahaan berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui juga anak, Sarihusada, berhasil mendapat predikat Indonesia best health, safety, and environment (HSE) implementation 2025 kategori manufaktur 'very good', dari SWA media group.

Factory Director Danone Specialized Nutrition Indonesia East, Joko Yulianto mengatakan, pihaknya mengintegrasikan nilai-nilai HSE melalui sistem manajemen yang terintegrasi, mendorong partisipasi aktif seluruh karyawan dalam kegiatan HSE, dan memastikan nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap aspek operasional perusahaan. 

"Kami juga menerapkan berbagai program, seperti membentuk komite keselamatan, menyediakan fasilitas kesehatan, seperti Pusat Pelayanan Kesehatan Kerja dan layanan P3K, memfasilitasi asuransi kesehatan BPJS, layanan medical check-up tahunan, serta aktif melakukan edukasi keselamatan kerja di lingkungan operasional,” ujarnya, Kamis (20/3/2025).

Baca juga: Kepala BGN Cicipi Susu yang Jadi Bagian Menu Makanan Bergizi Gratis di Cimahi, Ada Apa?

Terlebih, lanjutnya, di pabrik Sarihusada disediakan pelayanan dan fasilitas kesehatan melalui Pusat Pelayanan Kesehatan Kerja dan layanan P3K yang dilengkapi dengan dokter, petugas medis, dan peralatan terkait.

Sarihusada juga menyediakan asuransi kesehatan, hingga setiap karyawan menjalani medical check up (MCU) tahunan.

Beberapa inovasi yang telah diterapkan, yaitu basic fundamental digital system (BFDS) sebagai sistem untuk pelaporan unsafe act, unsafe condition, dan incident, sehingga pelaporan menjadi lebih cepat dan akurat, sekaligus tindakan perbaikan dapat segera dilakukan.

Kemudian menggunakan aplikasi untuk meninjau seluruh sarana dan prasarana keselamatan dalam kondisi baik dan siap digunakan. 

"Kami juga menerapkan e-compliance sebagai sistem yang digunakan untuk meninjau seluruh lisensi, baik untuk karyawan, mesin, maupun operasional pabrik, serta meninjau kepatuhan perusahaan terhadap seluruh regulasi, baik dari pemerintah maupun dari internal perusahaan. Dengan e-compliance, perusahaan dapat memastikan bahwa semua aspek operasional sesuai dengan standar yang berlaku," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved