Hari Anak Nasional 2024
Hari Anak Nasional 2024 jadi Momen Lebih Mengenal Anak, Ini Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan
Keterlibatan ayah dalam pengasuhan akan mendorong perkembangan fungsi eksekutif lebih optimal.
TRIBUNPRIANGAN.COM - Hari Anak Nasional 2024 menjadi momentum tepat untuk semakin mendekatkan diri kepada anak untuk lebih memahami, mengerti dan mengetahui apa yang menjadi keinginan anak.
Hal itupun dibenarkan Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu.
Menurut Kang Haru, begitu dia disapa, sejatinya anak tetap memiliki privasi dan keinginannya masing-masing.
Namun, tingkat kekhawatiran orang tua yang berlebih, kerap menjadikan orang tua overprotektif terhadap anak yang akhirnya menabrak hak-hak privasi anak.
Baca juga: VIRAL Anak-anak SD di Sukabumi Ini Bertaruh Nyawa Gelantungan di Jembatan Rusak untuk Pergi Sekolah
“Anak itu bukan punya kita, bukan juga properti. Anak itu titipan, sebuah amanah. Jadi dia sama dengan kita, punya cita-cita, punya kehendak, privasi itu harus hormati semua,” terang Haru, Kamis (25/7/2024)
Meski begitu, lanjut Kang Haru, bukan berarti anak dibiarkan tumbuh begitu saja.
Bakal calon Gubernur Jawa Barat ini menegaskan, orang tua perlu senantiasa mengarahkan dan menjadi sahabat bagi anak dalam memantau tumbuh kembang mereka.
“Kita hanya perlu mengarahkan,” tambahnya.
Baca juga: Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Ciamis Jadi Fenomena Gunung Es
Tidak hanya itu, Kang Haru menuturkan, cara mendidik maupun mengasuh anak perempuan dan laki-laki berbeda.
“Yang dibutuhkan oleh anak perempuan itu cinta kasih, kesabaran, lemah lembut. Tentunya beda dengan anak laki-laki,” imbuhnya.
Dirinya menyayangkan masih ditemukannya gap antara orang tua dan anak akibat generation gap.
“Harus sering komunikasi agar tidak terjadi gap. Ditanya sukanya apa, hal apa yang saat ini tengah menjadi perhatiannya,” ucapnya.
Baca juga: Hari Anak Nasional 2024: Atap Bangunan TK di Tasikmalaya Roboh, Tenda untuk KBM akan Dibangun
Haru tak menampik, Indonesia menjadi negara yang kekurangan peran ayah atau fatherless karena berbagai faktor.
“Ada satu studi Indonesia bahwa negara ini fatherless. Artinya akan ada masalah baik kepribadiannya saat tumbuh kembangnya nanti. Ada yang orang tuanya bercerai atau hal lainnya,” jelasnya.
Padahal sosok Ayah bisa menjadi sosok yang komunikatif dan mencurahkan perhatian serta mendengarkan keluhan dan kegelisahan anaknya.
Baca juga: 25 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2024 Penuh Harapan Serta Doa Baik untuk Generasi Bangsa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-ayah-dan-anak.jpg)