Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Ciamis Jadi Fenomena Gunung Es
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Ciamis Jadi Fenomena Gunung Es
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Rakor Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tingkat Kabupaten Ciamis, Selasa (23/7/2024).
Acara yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis itu dibuka secara langsung oleg Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi.
Menurut Andang, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini ibarat fenomena gunung es yang penuh misteri, banyak kejadian tapi malah tidak terlaporkan.
"Kekerasan terhadap perempuan dan anak itu banyak terjadi, hanya saja tidak terlaporkan karena dianggap hal yang wajar dan ketakutan dari si korban untuk melapor karena bingung harus melapor kepada siapa dan kemana," jelas Andang.
Dia khawatir, kasus kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga sehingga para pelaku kekerasan menganggap wajar tindakannya tanpa tahu dampak hukum yang berlaku.
"Kasus kekerasan banyak terjadi dalam rumah tangga itu sulit melaporkan dan mengawasinya, sehingga para pelaku akan melakukan hal yang sama karena tidak tahu dampak dan sanksi hukumnya sehingga kekerasan pun akan terjadi berulang-ulang" ungkapnya.
Andang berharap dengan adanya rakor ini memudahkan penanganan kasus kekerasan dengan kerjasama semua pihak sehingga tercipta keamanan dan kenyamanan yang lebih baik terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Ciamis.
Sementara itu, menurut Kepala DPP2KBP3A Ciamis, Dian Budiana menjelaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak itu terjadi karena kurangnya edukasi dan dukungan sosial dalam penanganan.
"Kasus kekerasan itu tidak ada perhitungan pencapaian akurat berapa persennya karena melihat situasi kasus suatu daerah, hanya saja kita memfokuskan pada penanganannya secepat mungkin kami tindak tiap ada laporan masuk," ujarnya.
Dian menegaskan diperlukan kerjasama semua pihak untuk penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak tidak hanya di satu lembaga saja tapi semua masyarakat dan peran media.
"Tanpa dukungan dari masyarakat lembaga sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan tidak akan efektif kami perlu kan juga peranan media untuk menginformasikan dan menyampaikan serta mengedukasi masyarakat," katanya.
Dian juga mengingatkan, korban kekerasan itu rentan terjadi pada perempuan dan anak yang menjadi objeknya sehingga diperlukan penanganan yang sangat hati-hati untuk menjaga mentalitasnya.
"Banyak korban yang tidak berani melapor makanya diperlukan pendampingan dan pengobatan mental untuk mengembalikan keberanian dan kepercayaan dirinya" tambahnya.
Dalam hal pencegahan, Dian menekankan pentingnya kesadaran masyarakat, terutama terhadap anak-anak yang tidak diasuh oleh keluarga mereka sendiri.
kekerasan
Hari Anak Nasional
Andang Firman Triyadi
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis
korban
Kabupaten Ciamis
| 30 KDMP di Ciamis Sudah Beroperasi Bertahap, Didominasi Gerai Sembako |
|
|---|
| Pra Launching Album Karya Warga Binaan Lapas Ciamis, Kalapas: Suara dan Kreativitas Tak Terpenjara |
|
|---|
| 4 Lokasi Terjaring Razia Minuman Keras Polres Ciamis Semalam |
|
|---|
| Disdukcapil Ciamis Tegaskan KTP-el Masih Bisa Difotokopi, Masyarakat Diminta Tak Salah Paham |
|
|---|
| Ternyata Penodong dan Pelindas 2 Mahasiswi Unpad Seorang Juru Parkir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Dinas-Pengendalian-Penduduk-Keluarga-Berencana.jpg)