Pj Bupati Tantang Disdik Bangun Sumedang, Ini Alasannya
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang diminta bisa mengoptimalkan pelayanan dasar sektor pendidikan.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: bisnistribunjabar
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang diminta bisa mengoptimalkan pelayanan dasar sektor pendidikan.
Dinas Pendidikan memiliki peran signifikan dan sentral, termasuk pelayanan dasar pendidikan.
Pendidikan adalah kewajiban dalam upaya membangun Sumedang.
Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli, mengatakan, pendidikan ada kaitannya dengan kemiskinan ekstrem.
Rendahnya pendidikan membuat orang tidak banyak pilihan untuk bekerja karena tidak punya banyak pengetahuan.
"Miskin karena tidak sekolah. Karena tidak sekolah, maka tidak punya keahlian. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan harus memastikan agar anak-anak kita mendapatkan hak sekolah," ujar Yudia dalam siaran yang diterima, Rabu (15/5/2024).
Yudia juga meminta Disdik memperhatikan kesejahteraan guru PAUD. Menurutnya insentif yang diterima guru PAUD harus ditingkatkan agar tidak masuk kategori miskin ekstrem.
"Guru PAUD berperan penting dalam pembentukan golden age anak anak. Saat ini guru PAUD mendapatkan gaji Rp 280 ribu per bulan. Saya berikan tantangan agar supaya guru PAUD tidak seperti kemiskinan ekstrem," tuturnya.
Tantangan lainnya, Yudia meminta kepada Diskdik membuat karya lagu Mars Sumedang untuk dilombakan.
Kemudian dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, ia minta kepada jajaran Disdik agar dianggarkan penghargaan untuk para guru-guru berprestasi khususnya di daerah daerah terpencil.
"Guru-guru berjasa, pejuang veteran guru, diberikan penghargaan supaya guru-guru termotivasi. Terutama guru guru yang berada di daerah terpencil," ucapnya.
Pekerjaan rumah selanjutnya ialah mengenai penanganan anak berkebutuhan khusus seperti autis yang memiliki hak sama dengan anak pada umumnya untuk mengenyam jenjang pendidikan.
Menurutnya, tidak adanya sekolah yang menerima anak autis karena tidak ada guru yang tahu menangani anak autis.
"Autis jangan dimasukkan ke SLB. Autis punya penanganan sendiri. Secepatnya data anak-anak autis SD dan SMP di Sumedang kemudian lakukan pelatihan bagi guru dalam menangani anak autis," katanya. (*)
| Tol Cisumdawu Retak Parah, Perbaikan Butuh 4 Bulan, Ini Dampak bagi Pengendara |
|
|---|
| Buntut Retakan di Tol Cisumdawu Sumedang, Contra Flow Diberlakukan Mulai Besok |
|
|---|
| Ada Retakan di Tol Cisumdawu KM 207 Sumedang, PT CKJT Tangani dengan Perkuat Struktur |
|
|---|
| Aparat Gabungan Razia Penjara Lapas Sumedang hingga Tes Urine untuk Warga Binaan dan Petugas |
|
|---|
| Ambulans Tak Bisa Dipakai, Korban Kecelakaan di Sumedang Terpaksa Sewa Angkot, Kadinkes Minta Maaf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Pj-Bupati-Sumedang-Yudia-Ramli-tengah-saat-berada-di-Kantor-Dinas-Pendidikan.jpg)