Minggu, 10 Mei 2026

Debat Cawapres 2024

Akademisi Politik Lingkungan: Cawapres Muhaimin Debat Lebih Baik, Tapi Kurang Sentuh Gen Z

Akademisi politik lingkungan asal Tasikmalaya, Randi Muchariman mengomentari performa cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandara, saat debat

Tayang:
TribunPriangan.com/ Aldi M Perdana
Pengamat politik lingkungan sekaligus dosen Unsil Tasikmalaya, Randi Muchariman saat ditemui TribunPriangan.com pada Senin (22/1/2024). 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Akademisi politik lingkungan asal Tasikmalaya, Randi Muchariman mengomentari performa cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandara, saat debat cawapres kemarin malam.

“Saya kira, Muhaimin Iskandar tampil lebih baik dari debat cawapres yang sebelumnya,” ucap Randi kepada TribunPriangan.com saat ditemui pada Senin (22/1/2024).

“Mulai dari segi kelancaran, saya kira ada peningkatan termasuk masalah penjelasannya, terus visi-misinya lebih terjabarkan,” lanjutnya.

Baca juga: TERNYATA Ini Alasan Pengamat Politik Asal Tasikmalaya Sebut Cawapres 1 dan 3 Lebih Kuasai Materi

Randi juga mengungkap, istilah slepet yang sering digunakan Muhaimin tidak lagi muncul.

“Saya rasa itu buang-buang waktu. Nah, sekarang ‘slepet’ itu enggak muncul lagi. Cuma, memang kelemahannya dari aspek yang paling penting di sini ‘kan keberlanjutan ekologis dalam visinya. Nah itu yang kurang ditunjukkan Muhaimin untuk ke Generasi Z,” lengkap pria yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya tersebut.

“Padahal itu ada kepentingan yang cukup urgen bagi Generasi Z. Itu yang kurang ditekan-tekan. Jadi kurang maksimal gitu untuk meraih suara Gen Z-nya, meski secara substansi, itu sudah muncul, sudah bisa dipahami, cuma tidak ringan bagi Gen Z,” lanjut Randi.

Baca juga: BESOK Mulai Pengisian DRH NI CPNS 2023, Ini Link dan Dokumen Lengkap Beserta Cara Atasi Server Down

Randi juga menilai, ada tujuan-tujuan yang bisa dicapai secara khusus untuk Gen Z.

“Misalkan, membuat contoh, jika alam rusak, tatanan sosial rusak, terus nanti Gen Z mau apa? Nah, itu yang kurang dimunculkan, sehingga tujuan untuk mencapai itu kurang diambil peluangnya, padahal ‘kan Gen Z ini (jumlahnya) besar,” lengka dia.

Randi juga menyinggung persoalan tambang yang marak disuarakan para aktivis lingkungan dan akan dihadapi oleh Gen Z di masa yang akan datang.

Baca juga: TERANCAM, Nasib Warga Desa Tuwiri Wetan di Kecamatan Merakurak Tuban Terbeton Jalan Tol Demak-Tuban

“Jadi, memang masalah tambang, sampai saat ini jadi persoalan yang susah dipecahkan, sehingga banyak di lapangan itu tuh seolah, ‘ya sudah, jangan diatur terlalu rigid (red: kaku/keras/tegas), akhirnya begitu,” lengkapnya.

“Kenapa jangan diatur terlalu rigid? Karena kalau diatur terlalu rigid, pemerintah enggak kuat untuk menegakkan legitimasinya, persoalannya begitu,” tutup Randi mengakhiri. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved