Pilkada Kota Bandung 2024

Menang di Pilkada Kota Bandung, Farhan Pastikan Tak Akan Ada Titip-titip Jabatan

Muhammad Farhan yang menang di Pilwalkot Bandung 2024, memastikan tidak akan ada titip jabatan dan bantah adanya penumpang gelap

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Nappisah
Muhammad Farhan (tengah) saat menjelaskan dinamika politik di Kota Bandung menjelang Pilkada 2024. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Calon wali kota Bandung nomor urut 3, Muhammad Farhan yang menang di Pilwalkot Bandung 2024, memastikan tidak akan ada titip jabatan setelah dia resmi menjadi orang nomor 1 di Kota Kembang ini.

Di Pilwalkot Bandung 2024, pasangan calon nomor urut 1 Dandan Riza Wardana-Arif Wijaya meriah suara 83.489, nomor urut 2 Haru Suandharu-Ridwan Dhani Wirianata 427.448, Muhammad Farhan Erwin 523.000, dan nomor urut 4 Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Masoem 137.672.

Ketua tim pemenangan Farhan-Erwin, Rendiana Awangga, mengatakan setelah pasangan ini menang di Pilwalkot Bandung 2024, tentunya ada dua timeline krusial yang saat ini perlu kita dihadapi.

"Yang pertama adalah mengawal kemenangan ini sampai dengan pelantikan di bulan Februari. Tentunya yang menjadi catatan kami di partai koalisi adalah memastikan bahwa proses menuju pelantikan tersebut tidak ada yang namanya penumpang gelap," ujar Rendiana, Minggu (8/12/2024).

Ia mengatakan, sudah mendengar ada beberapa pihak yang memang sedang berupaya menitipkan orang-orang yang akan ditempatkan di dinas dan struktur kewilayahan, padahal itu tidak ada kaitannya dengan kepentingan untuk membawa misi Bandung Utama.

"Maka tentunya kami akan segenap hati memastikan juga bahwa orang-orang yang nanti akan membantu Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota mewujudkan Bandung Utama itu harus orang-orang yang berintegritas dan memiliki kompetensi," katanya.

Baca juga: Update Link Quick Count Pilkada Kota Bandung 2024, Paslon Parhan-Erwin Masih Unggul

Baca juga: Hasil Quick Count Pilkada Kota Bandung, Farhan-Erwin Unggul dan Berucap Alhamdulillah

Atas hal tersebut, pihaknya mengingatkan ASN di Pemkot Bandung yang saat ini berada di posisinya sudah harus mulai memperlihatkan kompetensinya agar apa yang dicita-citakan dapat terwujud dengan baik.

"Tentunya ini merupakan sebuah kesepakatan bersama bahwa visi Bandung Utama ini harus dapat terlaksana pasca terlantiknya Pak Wali Kota dan Pak Wakil," ucap Rendiana.

Sementara Farhan mengatakan, penumpang gelap yang dimaksud tersebut yakni terkait titipan jabatan di Pemkot Bandung, padahal selama masa kampanye pihaknya tidak menjanjikan terkait hal tersebut.

"Yang dimaksud dengan penumpang gelap ini gini, ada beredar berita, ada daftar nama calon kepala dinas, dan calon kewilayahan yang akan dilantik oleh Farhan, itu gak ada sebetulnya," ujar Farhan.

Farhan memastikan, pihaknya tidak pernah menjanjikan jabatan apapun dalam masa kampanye karena ia bersama Erwin tidak pernah melibatkan ASN di Pemkot Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved