Kamis, 21 Mei 2026

Pilpres 2024

Elektabilitas Prabowo-Gibran Meningkat 7,4 Persen, Dua Paslon Bisa Kejar Asal Punya Syarat Ini

Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara mengatakan, jika Pilpres 2024 terbuka lebar untuk terjadi satu putaran.

Tayang:
Tribun Kaltim
Elektabilitas Prabowo-Gibran Meningkat 7,4 Persen, Dua Paslon Bisa Kejar Asal Punya Syarat Ini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Elektabilitas calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masih berada di urutan teratas dibanding paslon lainnya berdasarkan hasil Lembaga Survei Nasional pada 28 Desember 2023 sampai 2 Januari 2024 di 38 provinsi seluruh Indonesia.

Hanya dalam waktu sebulan, elektabilitas Prabowo-Gibran meningkat 7,4 persen, sedangkan paslon Anies-Cak Imin stabil, dan pasangan Ganjar-Mahfud merosot sampai 8,3 persen.

Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara mengatakan, jika Pilpres 2024 terbuka lebar untuk terjadi satu putaran.'

Baca juga: TKD Amin Jabar Targetkan 80 Persen Suara di Jawa Barat saat Pilpres 2024

Baca juga: Pengamat Politik Sebut Ganjar-Mahfud Miliki Keunggulan dalam Isu Hukum dalam Debat Pilpres Perdana

Pasalnya, kata Gema, akan sulit bagi paslon lain menghentikan kemenangan paslon nomor 2 dalam seputaran, karena gap elektabilitas kedua pasangan lain dengan Prabowo-Gibran terlampau lebar.

"Ada tiga faktor yang bisa gagalkan pilpres nanti dimenangkan Prabowo-Gibran dalam seputaran, yakni tingkat kepuasan publik pada Jokowi anjlok dalam sebulan mendatang. Kedua, Prabowo atau Gibran membuat blunder yang membuat publik antipati, dan terakhir pasangan Anies-Cak Imin atau Ganjar-Mahfud bisa buat gebrakan yang mampu menghipnotis kekaguman publik luas," katanya, Kamis (4/1/2024) melalui zoom.

Selain itu, Gema pun menyoroti survei yang dilakukan PDI Pejuangan per November lalu. Berdasarkan survei, kata Gema, hegemoni PDI Perjuangan tampaknya betul-betul sudah akan berakhir, dan tekad menang hattrick sulit terwujud, lantaran Gerindra mengubur mimpi tersebut.

"Ada sebanyak 20,3 persen responden menyatakan pilihannya ke Gerindra, dan posisi PDIP turun menjadi kedua dengan 18,5 persen. Lalu, Golkar 10,2 persen, dan PKB 8,9 persen, serta Demokrat 8,7 persen, juga PKS 7,9 persen. Kami pun menilai dua partai non parlemen bisa tembus ke Senayan, yakni PSI dan Perindo," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved