Sesar Aktif di Indonesia
Mengenal Berbagai Sesar Aktif di Jawa Barat Dilengkapi Wilayah Jangkauan Bencananya
Mengenal Berbagai Sesar Aktif di Jawa Barat dan Wilayah Jangkauan Bencananya, yang diakibatkan proses tumbukan lempeng tektonik Indo-Australia
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUNPRIANGAN.COM - Indonesia menjadi negara yang punya daftar panjang rawan kegempaan.
Seperi akhir-akhir ini, yang terjadi dalam sepekan di bulan yang sama, yakni di Sumedang, Jawa Barat, dan Bayah, Banten.
Mengutip laman esdm.lampungprov.go.id, secara geografis, Indonesia terletak antara dua benua dan dua samudera.
Posisi ini menjadikan Indonesia dilewati oleh tiga jalur Lempeng tektonik, yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.
Baca juga: Masyarakat Diimbau untuk Tidak Olah Data Hoaks soal Gempa Sumedang, Ini Alasannya
Lempeng Indo-Australia cenderung bergerak ke utara dan menyusup ke dalam Lempeng Eurasia, sementara Lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah Barat.
Pergerakan lempeng benua dan lempeng samudera ini terkadang saling mengunci.
Sehingga menyebabkan pengumpulan energi yang berlangsung terus menerus.
Pada suatu ketika batuan pada lempeng tektonik tidak lagi kuat menahan dorongan.
Akibatnya, terjadi pelepasan mendadak yang disebut dengan gempa bumi.
Dimana titik bertemunya antar lempeng inilah yang disebut sebagai sesar atau patahan.
Adapun yang dimaksud sesar aktif adalah patahan atau bidang rekahan yang sebabkan lempeng tektonik yang saling bertemu dan disertai adanya displacement atau pergeseran relatif antar lempeng.
Baca juga: Apa Itu Sesar Baribis? Sesar Aktif yang Berlokasi Dekat dengan 6 Kecamatan di Sumedang
Jarak bidang sesar atau pergeseran tersebut dapat hanya beberapa milimeter hingga puluhan kilometer.
Sedangkan bidang sesarnya mulai dari beberapa sentimeter hingga puluhan kilometer.
Aktivitas sesar aktif inilah yang memiliki potensi menjadi sumber getaran yang menyebabkan gempa bumi.
Secara umum, sesar atau patahan dapat terbentuk akibat adanya gaya pada batuan.
Gaya ini dapat berupa tekanan, tarikan, atau kombinasi keduanya, sehingga batuan tidak mampu lagi menahan gaya tersebut.
Itulah mengapa daerah dengan sesar yang masih aktif bergerak merupakan daerah yang rawan akan gempa bumi.
Baca juga: Apa Itu Sesar Baribis? Sesar Aktif yang Berlokasi Dekat dengan 6 Kecamatan di Sumedang
Keberadaan Indonesia di pertemuan tiga lempeng tektonik membuatnya banyak memiliki sesar aktif.
Menurut Pusat Studi Gempa Nasional pada 2017, totalnya ada 295, termasuk yang aktif hingga kini di wilayah Jawa Barat.
Menurut Dosen Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran Dr. Ir. Ismawan, M.T, sesar di Jawa Barat diakibatkan proses tumbukan lempeng tektonik Indo-Australia di selatan Jawa yang berlangsung setiap saat.
Dampak dari tumbukan tersebut kemudian menyebar dan dikonversi menjadi energi kinetik.
“Begitu ada bidang-bidang ‘lemah’, di situlah dia akan bergerak. Mungkin awalnya tidak bergerak karena masih bisa ditahan (oleh lempeng yang ada), begitu ada energi, jebol, di situlah terjadi gempa,” papar Ismawan.
Jawa Barat sendiri setidaknya memiliki sejumlah sesar aktif dan sesar kecil yang sudah dipetakan.
Baca juga: Ada Kemungkinan Gempa Sumedang Karena Pergerakan Sesar Aktif Baribis di Bagian Utara, Benarkah?
Di luar itu, ada banyak potensi sesar yang belum terpetakan tetapi memiliki dampak signifikan. Contohnya seperti peristiwa gempa bumi di Cugenang, Cianjur, 2022 silam diakibatkan aktivitas sesar yang belum terpetakan.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa sesar aktif di wilayah Jawa Barat serta lokasinya yang dapat dikenali sebagai salah satu langkah mitigasi.
1. Sesar Cimandiri

Sesar Cimandiri tergolong sesar aktif yang membujur dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang sepanjang kurang lebih 100 km.
Sesar ini merupakan sesar paling tua dan membentang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, kemudian mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.
Secara keseluruhan, jalur sesar Cimandiri berarah timur laut – barat daya dengan jenis sesar mendatar hingga oblique (miring).
2. Sesar Lembang

Sesar Lembang adalah sesar aktif sepanjang 30 km di utara Kota Bandung yang memanjang dari barat ke timur.
Sesar Lembang teridentifikasi sebagai berjenis sesar mendatar (strike slip) dengan sedikit ada komponen vertikal.
Sesar ini merupakan terusan dari ujung utara Sesar Cimandiri.
Gawir sesar Lembang dapat diamati dengan baik di daerah Cibodas, yaitu sekitar 3 km ke arah timur dari Maribaya.
Baca juga: Apa itu Sesar Cileunyi-Tanjungsari? Sesar Aktif yang Diduga Pemicu Gempa Sumedang
3. Sesar Baribis

Sesar Baribis adalah sesar aktif yang membentang dari Kabupaten Purwakarta sampai perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 kilometer.
Sesar Baribis juga menjadi sesar utama yang ada di utara Jawa Barat.
Sesar Baribis teridentifikasi sebagai jenis sesar naik dengan slip rate 1 mm per tahun.
Dalam sejarahnya, sesar Baribis di bagian timur tercatat pernah memicu gempa yang merusak Jakarta pada 1780 dan Kabupaten Majalengka pada 1990.
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro, diketahui bahwa sesar Baribis memiliki ancaman besar, khususnya bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya.
4. Sesar Garsela

Sesar Garsela atau Sesar Garut Selatan adalah sesar aktif yang memiliki struktur memanjang dari selatan Garut hingga ke selatan Bandung sepanjang 42 km.
Sesar Garsela terbagi dalam dua segmen, yaitu segmen Rakutai dan dan Segmen Kencana, di mana kedua segmen ini sama aktifnya.
Aktivitas gempa yang terjadi di zona Sesar Garsela dominan memiliki mekanisme sumber sesar geser (strike slip).
Salah satu gempa yang merusak yang berpusat di Sesar Garsela terjadi pada tanggal 18 Juli 2017 dengan kekuatan M 3,7 yang menimbulkan kerusakan di sekitar wilayah Kamojang, Garut.
Baca juga: Badan Geologi Sebut Pemicu Gempa Sumedang Adalah Sesar Aktif, Merujuk pada 2 Sesar Ini
Sesar Citarik adalah sesar aktif yang memiliki struktur memanjang namun tersegmentasi melalui Palabuhanratu, antara Gunung Salak – Pangrango, Bogor, Jonggol, hingga ke wilayah Bekasi.
Sesar Citarik dicirikan oleh kelurusan Sungai Citarik dan memotong Pulau Jawa di bagian barat.
Sesar ini memiliki orientasi utara timur laut-selatan barat daya.
Sebagai sesar aktif, aktivitas Sesar Citarik juga berpotensi menimbulkan bencana gempa bumi.
Sesar Cipamingkis adalah sesar aktif yang berada di wilayah Sukabumi bagian timur dan wilayah barat Cianjur.
Melansir studi yang dirilis BMKG pada April 2022, sesar Cipamingkis merupakan sesar aktif berarah barat daya-timur laut.
Pada 2018 sesar Cipamingkis memicu puluhan gempa bumi dengan kekuatan yang relatif sangat kecil.(*)
Sumber : unpad.ac.id dan Kompas.com.
Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di : Google News
Sesar Aktif di Indonesia
Sesar Baribis
Sesar Garsela
sesar aktif
sesar Cimandiri
Sesar Lembang
Sesar Citarik
Sesar Cipamingkis
gempa Jawa Barat
gempa terkini
gempa bumi
BENARKAH Penyebab Gempa Sumedang Karena Pergerakan Sesar Aktif Baribis? Ternyata Ini Faktanya |
![]() |
---|
Apa itu Sesar Cileunyi-Tanjungsari? Sesar Aktif yang Diduga Pemicu Gempa Sumedang |
![]() |
---|
Update Gempa Sumedang, Sebanyak 53 Unit Rumah Rusak Diduga Sesar Tampomas Penyebabnya |
![]() |
---|
Mengenal Sesar Tampomas, Sesar Aktif yang Diduga Jadi Penyebab Gempa Sumedang Sebanyak 3 Kali |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.