Sesar Aktif di Indonesia

Mengenal Berbagai Sesar Aktif di Jawa Barat Dilengkapi Wilayah Jangkauan Bencananya

Mengenal Berbagai Sesar Aktif di Jawa Barat dan Wilayah Jangkauan Bencananya, yang diakibatkan proses tumbukan lempeng tektonik Indo-Australia

Kompas.com
Peta Sesar Aktif di Jawa Barat dalam Kajian Seismisitas Bulanan Stasiun Geofisika Kelas I Bandung April 2022.(Tangkapan Layar Kajian Seismisitas Bulanan Stasiun Geofisika Kelas I Bandung April 2022.) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Indonesia menjadi negara yang punya daftar panjang rawan kegempaan.

Seperi akhir-akhir ini, yang terjadi dalam sepekan di bulan yang sama, yakni di Sumedang, Jawa Barat, dan Bayah, Banten.

Mengutip laman esdm.lampungprov.go.id, secara geografis, Indonesia terletak antara dua benua dan dua samudera.

Posisi ini menjadikan Indonesia dilewati oleh tiga jalur Lempeng tektonik, yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Baca juga: Masyarakat Diimbau untuk Tidak Olah Data Hoaks soal Gempa Sumedang, Ini Alasannya

Lempeng Indo-Australia cenderung bergerak ke utara dan menyusup ke dalam Lempeng Eurasia, sementara Lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah Barat.

Pergerakan lempeng benua dan lempeng samudera ini terkadang saling mengunci.

Sehingga menyebabkan pengumpulan energi yang berlangsung terus menerus.

Pada suatu ketika batuan pada lempeng tektonik tidak lagi kuat menahan dorongan.

Akibatnya, terjadi pelepasan mendadak yang disebut dengan gempa bumi.

Dimana titik bertemunya antar lempeng inilah yang disebut sebagai sesar atau patahan.

Adapun yang dimaksud sesar aktif adalah patahan atau bidang rekahan yang sebabkan lempeng tektonik yang saling bertemu dan disertai adanya displacement atau pergeseran relatif antar lempeng.

Baca juga: Apa Itu Sesar Baribis? Sesar Aktif yang Berlokasi Dekat dengan 6 Kecamatan di Sumedang

Jarak bidang sesar atau pergeseran tersebut dapat hanya beberapa milimeter hingga puluhan kilometer.

Sedangkan bidang sesarnya mulai dari beberapa sentimeter hingga puluhan kilometer.

Aktivitas sesar aktif inilah yang memiliki potensi menjadi sumber getaran yang menyebabkan gempa bumi.

Secara umum, sesar atau patahan dapat terbentuk akibat adanya gaya pada batuan.

Gaya ini dapat berupa tekanan, tarikan, atau kombinasi keduanya, sehingga batuan tidak mampu lagi menahan gaya tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved