Mengenal Legal Plus, Layanan Software di Bidang Hukum Ciptaan Mahasiswa Unpar
Sesuai namanya, Legal Plus adalah perusahaan teknologi pertama di Indonesia yang bergerak di bidang layanan software untuk manajemen firma hukum.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Kuliah jurusan hukum tak melulu harus menjadi pengacara atau lawyer.
Prinsip itulah yang dipegang oleh James Ardy, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) angkatan 2022.
"Orang hukum tidak harus menjadi lawyer, tetapi bisa mengembangkan bisnis di luar hukum. Bisa bantu orang hukum, tetapi tidak melulu jadi advokat," ujar James, Selasa (15/8/2023).
Baca juga: Terbaru Hari Ini, UPI Buka Prodi Kedokteran, 330 Calon Mahasiswa Langsung Mendaftar
Dia pun berhasil membuat software Legal Plus. James menceritakan lahirnya Legal Plus, bermula dari kegelisahannya melihat dunia hukum di Indonesia yang belum tersentuh inovasi digital.
Pada November 2022, James mengikuti sebuah workshop terkait hukum yang digelar di kampusnya bertema ‘Lawyer Starter Pack’.
Saat itu, pria kelahiran 15 Agustus 2001 ini bertanya kepada narasumbernya terkait perubahan dalam praktik hukum di Indonesia.
"Dari narasumber tersebut, ternyata perubahan yang terjadi hanya zoom. Itu pun gara-gara pandemi Covid-19. Padahal banyak aspek dalam hukum yang bisa diubah oleh digital, lebih khusus cloud industri. Di industri lain mah ada perubahan, software misalnya. Tapi hukum tidak ada," katanya.
Baca juga: Keluarga Mahasiswa Kota Bandung Unjuk Rasa di Bunderan Cibiru, Minta Rocky Gerung Ditangkap
Seusai mengikuti kegiatan tersebut, James yang memiliki ketertarikan pada dunia digital berpikir untuk membuat konsep digitalisasi pada bidang hukum. Waktu itu, kata dia, muncul sebuah inovasi digital berbasis website yang dinamai Legal Plus.
"Pada Februari 2023, bersama dua kawan dari FH Unpar juga, yaitu Chrisostomus Paudra dan Jordan Yudhistira, kita mematangkan konsep tersebut," ucapnya.
Untuk mewujudkan konsep yang telah disusun, James dan dua rekannya sepakat mengajak ahli IT. Saat itu, James mengajak Bryan Constantine, teman sekolah dasar James yang saat ini kuliah IT di Taiwan.
"Bryan juga mengajak teman kuliahnya, Junior Tanaya. Jadi, tim kami lima orang sepakat membuat software berbasis cloud bidang hukum yang dinamakan Legal Plus," katanya.
Mereka sepakat bahwa dunia hukum butuh inovasi agar ada kemajuan dalam bidang hukum.
Baca juga: Kapolri Hadiri Jambore Nasional ke 7 Pelajar dan Mahasiswa Persatuan Islam di Kiarapayung Sumedang
"Kita sepakat bikin perusahaan teknologi, tapi tidak pernah bertemu. Kita tuh tinggal beda negara, bikin perusahaan teknologi dan menggunakan teknologi. Kita di Unpar bikin konsepnya, mereka programming di Taiwan," ujarnya.
Sesuai namanya, Legal Plus adalah perusahaan teknologi pertama di Indonesia yang bergerak di bidang layanan software untuk manajemen firma hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Legal-Plus.jpg)