Kamis, 7 Mei 2026

Puasa Asyura 2023

Puasa Sunnah Asyura dan Arafah: Perbedaan, Ganjaran, dan Sejarah

Meski Miliki Ganjaran yang Sama, Ternyata Ini Perbedaan Serta Keutamaan Puasa Sunnah Arafah dan Asyura

Tayang: | Diperbarui:
Kompas.com
Ilustrasi puasa. Puasa Sunnah Asyura dan Arafah: Perbedaan, Ganjaran, dan Sejarah 

Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim tersebut merupakan kejadian luar biasa bagi Nabi Ibrahim pun sangat menegangkan.

Oleh karenanya, umat Islam memperingati peristiwa pada hari tersebut dengan melaksanakan Puasa Arafah.

Selain itu, Rasulullah menyampaikan khutbah terakhir beliau pada hari Arafah.

Khutbah tersebut beliau sampaikan ketika sedang menunaikan ibadah haji yang disebut haji Wada.

Baca juga: Tahun Baru Islam 2023: Jadwal, Keutamaan, Niat Puasa Beserta Doa Akhir Tahun Memasuki 1 Muharram

Waktu tersebut merupakan detik terkahir Rasulullah menyampaikan khutbah di tengah Padang Arafah di hadapan ratusan ribu kaum muslim.

Beliau menyampaikan tata cara, sunnah-sunnah, dan hukum-hukum ibadah haji.

Beberapa hukum haji tersebut yaitu mengenai hukum puasa di hari Arafah bagi orang yang menunaikan ibadah haji, cara mengurus jenazah orang yang mati dalam keadaan berihram, dan ketentuan mengenai boleh atau tidaknya menunaikan ibadah haji untuk orang lain.

Asyura

Hari Asyura adalah satu hari yang paling istimewa dan penuh dengan keutamaan di bulan Muharram.

Hari kesepuluh pada bulan Muharram ini merupakan hari yang mulia, serta menyimpan sejarah yang mendalam, juga tak bisa dilupakan.

Diamana pada masanya, Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma peranah berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa ‘Asyura.

Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari di mana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa. (HR. Bukhari: 2004, Muslim: 1130)

Baca juga: Apa Sebenarnya Makna Puasa Arafah yang Dapat Menghapus Dosa 2 Tahun Lamanya? Begini Penjelasannya

Beliau Shallallahu alaihi wa sallam lantas dalam berpuasa ‘Asyura mengalami empat fase (Lathoiful l Ma’arif).

Adapun Ketika Nabi puasa ‘Asyuro dan beliau juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa, namun para sahabat berkata sempat membantah dengan mengatakan :

Wahai Rasulullah, hari ‘Asyuro adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara!!".

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved