Rabu, 29 April 2026

Puasa Asyura 2023

Puasa Sunnah Asyura dan Arafah: Perbedaan, Ganjaran, dan Sejarah

Meski Miliki Ganjaran yang Sama, Ternyata Ini Perbedaan Serta Keutamaan Puasa Sunnah Arafah dan Asyura

Tayang: | Diperbarui:
Kompas.com
Ilustrasi puasa. Puasa Sunnah Asyura dan Arafah: Perbedaan, Ganjaran, dan Sejarah 

Hal ini sejalan dengan hadis:

وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صَوْمُ يَوْم غرفة يُكَفِّرُ سنتين مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةٌ مَاضِيَةً

Artinya: Dari Abi Qatadah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura' menghabiskan dosa tahun sebelumnya." (HR. Jamaah ahli hadis kecuali Bukhari dan Tarmidzi).

Sedangkan keutamaan berpuasa pada hari Asyura atau hari ke-10 di bulan Muharram adalah diampuninya dosa satu tahun yang telah lalu.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).

Baca juga: ONE DAY ONE HADITS, Jumat, 21 Juli 2023 / 3 Muharram 1445, Keutamaan Puasa Asyura Begitu Besar

Dari sinilah bisa disimpulkan bahwa perbedaan dari kedua puasa sunnah ini.

Puasa Arafah diberikan ganjaran setahun yang lalu juga setahun yang akan datang, sedangkan Puasa Asyura hanya menghapus dosa setahun yang akan datang.

Namun, di samping itu ada sedikit sejarah yang membedakan keduanya.

Sejarah Puasa Asyura dan Arafah

Arafah

Mengutip laman UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, puasa Arafah berkaitan erat dengan peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS.

Saat itu pada tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail.

Kemudian pada tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim baru mendapat pengetahuan untuk menginterpretasikan ihwal mimpi itu.

Peristiwa tersebut kemudian dikenal dengan hari Arafah, yaitu hari di mana Nabi Ibrahim mengetahui (arafa) cara untuk menafsirkan mimpinya dan melaksanakannya sesuai perintah Allah SWT.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved