Flyover Bojongsoang Baleendah
Nasdem Jabar Minta Kang Emil dan Dadang Duduk Bersama Bahas Flyover Bojongsoang
Saling serang dan adu argumen antar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Dadang Supriatna di media sosial mengenai Flyover Bojongsoang
Penulis: Luun Aulia Lisaholith | Editor: Gelar Aldi Sugiara
TRIBUNPRIANGAN.COM - Saling serang dan adu argumen antar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Dadang Supriatna di media sosial mengenai Flyover Bojongsoang masih belum menemukan hasil akhir.
Kali ini perang argumen tersebut disorot Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Jawa Barat Rajiv.
Dia meminta, adu argumen tersebut sebaiknya disampaikan secara langsung, bukan melalui media sosial.
"Sangat disayangkan. Apalagi Ridwan Kamil yang dikenal santun, dan digadang-gadangkan menjadi bakal calon presiden atau bakal calon wakil presiden harus lebih elegan lagi menanggapi keinginan warganya," ujar Rajiv, Dikutip dari Kompas.com, Senin (27/2/2023).
Menurut Rajiv, tidak perlu sebenarnya para kepala daerah ini adu statement di medsos, karena itu dinilai hanya membuat kegaduhan.
Rajiv memberi saran agar Ridwan Kamil lebih jeli dan peka melihat kondisi jalur transportasi Bojongsoang yang menyambungkan Kabupaten Bandung ke Kota Bandung.
"Yang notabenenya ibu kota Provinsi Jawa Barat," imbuhn Rajiv dikutip dari Tribunnews, Selasa (28/2/2023).
Rajiv menilai, bila Flyover Bojongsoang tidak bisa dibangun, Ridwan Kamil dan Bupati Bandung harus duduk bersama.
"Kalau tidak mampu juga bicara dengan pemerintah pusat yang ada di kementerian," sambungnya.
Dia berharap para pemimpin atau pemangku jabatan di Jawa Barat untuk legowo dan tidak saling memperlihatkan ego masing-masing.
"Sehingga ketika kita punya pemimpin-pemimpin terbaik di Jawa Barat masih mempunyai ego sektoral dan perlakuan berbeda yang bisa merugikan masyarakat," jelasnya.
Baca juga: Usulan Terkait Flyover Bojongsoang Senilai Rp200 Miliar, Bappeda: Belum Ada Kajian Pas
Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbalas komentar dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui akun pribadi masing-masing.
Keduanya saling balas di kolom komentar salah satu akun Instagram.
Belakangan diketahui penyebabnya lantaran komentar pedas Bupati Bandung Dadang Supriatna yang menyentil Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Diketahui Bupati Bandung Dadang Supriatna mengajukan rencana pembangunan flyover atau jalan layang Bojongsoang-Baleendah kepada Pemprov Jabar, namun hingga kini masih belum ditanggapi.
Dalam postingan tersebut, dituliskan kalimat sindiran dari Bupati Bandung Dadang Supriatna yang berbunyi "Jangan Urus Kota Saja Pak.."
Melihat postingan itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung merespons di kolom komentar melalui akun pribadinya @ridwankamil.
"Atuh tinggal meminta baik-baik, seperti kabupaten lain. Siapkan kajian bahwa itu dibutuhkan. Masukkan ke Bappeda, diproses, sederhana," tulis Ridwan Kamil.
Tak berselang lama, Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui akun pribadinya @dadangsupriatna langsung membalas komentar pria yang karib disapa Kang Emil tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna membenarkan jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung sudah mengajukan pembanguan jalan layang Bojongsoang-Baleendah.
Baca juga: Usul Pengadan Flyover di Bojongsoang, Bupati Bandung ke Ridwan Kamil: Jangan Urus Kota Saja Pak
Pihaknya telah menyampaikan secara lisan maupun tertulis kepada Pemprov Jabar.
"Sudah menyampaikan secara lisan maupun tertulis ke beliau. Persoalan harus DED, segala macam, itu kan jalan provinsi. Kita sudah buatkan tim akselerasi cekungan bandung, artinya kemacetan juga harus jadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Kalau misalnya harus bikin DED, itu kan kewenangannya provinsi, kenapa harus balik lagi ke Kabupaten," katanya dikutip dari Kompas.com, saat ditemui di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/2/2023) lalu.
Dia membenarkan telah menyampaikan kalimat yang diduga memancing Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk berkomentar.
"Memang saya kemarin sempat menyampaikan, jangan Kota Bandung saja yang diurus, yang Kota Bandung fly over Kiaracondong sudah selesai. Kabupaten Bandung kapan?" ucapnya.
Bahkan dia menyampaikan, Jawa Barat tidak hanya Kota Bandung, dan ada 27 kota dan kabupaten Bandung yang perlu diperhatikan.
"Ingat Jawa Barat itu bukan Kota Bandung saja, tapi ada 27 Kota dan Kabupaten Bandung di Jawa Barat. Kalau bisa ini duduk bersama dan meminta keadilan dalam anggaran. Jangan ditempatkan di satu daerah saja," ujarnya.
Terkait pembangunan jalan raya tersebut pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan beberapa dinas di tingkat provinsi.
"Saya sudah menyanpaikan, saya sudah ketemu kadis Bina Marga Jabar, kadis pendidikan Jabar, saya sudah lakukan," tuturnya.
Dadang menyebut, tak hanya pembangunan jalan layang Bojongsoang-Baleendah yang diajukan.
Baca juga: Pemprov Jabar Ajukan Pembangunan Flyover Gedebage Selatan, 2023 Rencana Pembebasan Lahan
Ada beberapa titik yang juga diajukan, seperti Jembatan Rancamanyar, Jembatan Dayeuhkolot, dan Jembatan di Tegalluar.
"Bojongsoang macet saya sudah usulkan secara lisan, bahkan saya sudah dorong. Jembatan Dayeuhkolot sudah saya usulkan, akhirnya ada jembatan darurat yang sudah dipasangkan pada tahun 2022, tapi sampai saat ini kan belum. Terus Rancamanyar juga sudah saya usulkan. Jembatan di Tegalluar pun kita sudah usulkan, karena itu bukan jalan kabupaten, tapi jalan provinsi," ungkapnya.
Dia mengungkapkan, untuk perbaikan jembatan saja, Pemkab Bandung harus mengeluarkan anggaran dari APBD.
Seperti untuk jembatan di Tegalluar, pihaknya telah menganggarkan Rp 12 miliar, sedangkan jembatan Rancamanyar dianggarkan Rp 7 miliar.
"Jembatan yang sudah dijanjikan tidak terealisasi, akhirnya saya menggunakan APBD Kabupaten Bandung. Hampir Rp 12 miliar jembatan Tegalluar itu. Rancamanyar belum terealisasi, saya anggarkan Rp 7 miliar untuk tahun ini. Dayeuhkolot itu kan besar," tuturnya.
Terkait banyaknya kebutuhan pembangunan, pihaknya mengaku telah mengajak Gubernur Jabar berdiskusi, tapi Ridwan Kamil belum menentukan jadwal.
"Setelah kemarin beberapa bulan yang lalu saya minta ke ajudannya untuk dijadwalkan ketemu, diskusi segala macam. Sampai saat ini belum ada jadwal untuk saya ketemu," pungkasnya. (*)
Sumber : TribunNews.com (Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia, Editor: Dewi Agustina) / Kompas.com (Editor : Reni Susantri)
Simak berita update lainnya di : Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Ridwan-Kamiil.jpg)