Flyover Bojongsoang Baleendah
Usulan Terkait Flyover Bojongsoang Senilai Rp200 Miliar, Bappeda: Belum Ada Kajian Pas
Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyetujui usulan pembangunan flyover demi mengurai kemacetan di ruas jalan ter
Penulis: Luun Aulia Lisaholith | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
TRIBUNPRIANGA.COM - Kemacetan kendaraan di ruas Jalan Raya Bojongsoang, Kabupaten Bandung menjadi sorotan publik belakangan ini.
Pasalnya Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyetujui usulan pembangunan flyover demi mengurai kemacetan di ruas jalan tersebut Senilai Rp 200 miliar.
Dadang Supriatna pun optimistis solusi kemacetan di Bojongsoang dengan membangun flyover bisa terealisasi dan dikabulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, sebab Jalan Raya Bojongsoang merupakan jalan Provinsi Jabar.
Baca juga: UPDATE Harga BBM di Jawa Barat Hari Ini 25 Februari 2023, Lengkap Beserta Harga BBM di Pulau Jawa
Menurutnya Dadang, pemerintah daerah hanya bisa mengusulkan apabila ada fasilitas provinsi yang rusak atau dibutuhkan oleh publik di wilayah pemerintahan masing-masing.
"Pihak pemerintah daerah tinggal mengusulkan saja, persoalan nanti kajian dan lain sebagainya akan dilakukan," ujarnya dikutip dari Kompas.com, pada Jumat (24/2/2023).
Pihaknya optimis, lantaran saat ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah membentuk Tim Akselerasi Cekungan Bandung.
Baca juga: Soal Usulan Flyover Bojongsoang Senilai Rp 200 Miliar, Bappeda Jabar: Tidak Memenuhi Syarat
Melalui Tim tersebut, kata Dadang, kebutuhan tiap daerah di Jawa Barat, terutama yang ada di dalam Tim Akselerasi akan dipaparkan, dikaji, dan dipertimbangkan.
"Tim Akselerasi Cekungan Bandung, mudah-mudahan dengan adanya tim ini, akan terjawab kebutuhan semua daerah terutama daerah cekungan Bandung wilayah ada 5 Daerah yakni Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang," kata Dadang.
Dadang menambahkan, Kabupaten Bandung sendiri ada beberapa fasilitas Provinsi Jawa Barat yang mesti dibangun dan diperbaiki.
Mulai dari Jembatan Dayeuhkolot, Jembatan Tegalluar, dan Jembatan Rancamanyar.
Pihaknya menyebut, untuk menanggulangi persoalan tersebut, Pemda Kabupaten Bandung telah mengucurkan APBD untuk memperbaiki fasilitas provinsi tersebut.
Baca juga: Usul Pengadan Flyover di Bojongsoang, Bupati Bandung ke Ridwan Kamil: Jangan Urus Kota Saja Pak
"Insya Allah saya optimis nanti kita akan duduk bersama membahas secara langsung dan tentunya tetap saya menyampaikan bahwa ada jembatan yang sampai saat ini mangkrak yakni Jembatan Dayeuh Kolot dan itu butuh perhatian," tuturnya.
"Program jembatan tegalluar dan itu depan rumah saya yang tadinya mau dianggarkan Provinsi karena itu jalan provinsi terpaksa saya menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bandung termasuk Rancamanyar pun kita gunakan APBD sendiri,", tambahnya.
Terkait pengajuan dana senilai Rp 200 miliar yang dianggap Kepala Bappeda Jawa Barat tidak realistis lantaran tidak ada kajian dan DED. Bupati Bandung Dadang Supriatna hanya menyebut bahwa kewenangan ada di perintah Provinsi.
"Kalau saya sih komentarnya sederhana kan semuanya sudah jelas, itu kan jalan Provinsi," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Ridwan-Kamil-berbalas-komentar-dengan-Bupati-Bandung.jpg)