Kasus Kejahatan di Bandung

Respon Atas Maraknya Aksi Begal, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Hidupkan Lagi Ronda Malam

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkoordinasi meningkatkan keamanan menyikapi maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan yang marak terjadi di JABAR

Kompas.com
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/1/2023).(KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI) 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk warga, guna meningkatkan keamanan menyikapi maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah Jawa Barat.

"Saya akan terus mengoordinasikan keamanan di Depok, Bekasi, Pangandaran, Tasikmalaya, dan Garut yang sempat ramai (pembegalan), termasuk di Bandung," kata Emil, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/1/2023).

Emil juga mengimbau kepada warga Jabar untuk menghidupkan kembali ronda malam dan menggencarkan siskamling sehingga dapat menekan tindak kriminalitas.

Warga juga diimbau segera melapor jika ada hal yang dianggap mencurigakan di lingkungannya karena ketertiban dan keamanan bukan hanya tugas negara, melainkan tugas bersama seluruh masyarakat.

Baca juga: UPDATE Begal di Cikawao Bandung, Korban Alami Luka Tusuk dan Dirawat.di Rumah Sakit Hasan Sadikin

Baca juga: Asyik Main Hp di Luar Rumah, Warga Cikawao Bandung Jadi Korban Begal, Begini Kronologinya

"Rajin melaporkan, mengamati gerak-gerik mencurigakan dan lain sebagainya. Keamanan, ketertiban, dan kebersihan bukan hanya tugas negara. Itu tugas kita bersama. Jadi siskamling mudah-mudahan menjadi satu solusi dalam hal preventif," tuturnya.

Sebelumnya, Emil juga memastikan polisi terus bekerja untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, yang mana menurutnya kejahatan merupakan dinamika sosial.

Baca juga: Ada 16 Kasus Begal Terjadi di Kota Cimahi dari Agustus-November 2022, Warga Menilai Sudah Tak Aman

"Saya sudah koordinasi kan yang ditangkap juga banyak. ini dinamika sosial, ini contoh ya, kejahatan itu sifat manusia. Kalau ada kejahatan belum tentu karena polisnya tidak bekerja tapi memang sebagian kelompok masyarakat punya sifat melanggar hukum," kata Emil.

Emil juga menerangkan, secara statistik berdasarkan data akhir tahun 2021 angka kejahatan di Jabar relatif rendah jika dibandingkan angka populasi masyarakat Jabar yang hampir 50 juta jiwa.

"Pertanyaannya, apakah ditindak? Kan ada jawabannya kemarin. Anda kutip juga, jumlah kriminalitas di Jabar tahun 2022 dari puluhan provinsi kita ranking 10, kita hanya 7.000-an tahun 2021 akhir berbanding 30.000-an di provinsi lain yang penduduknya seperlima Jawa Barat. Jadi kalau pakai angka statistik Jabar itu angka kriminalitasnya sangat rendah," jelasnya.(*)

Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved