Kamis, 23 April 2026

Hujan Meteor Diprediksi Terjadi Dinihari Nanti, Bisa Dilihat di Langit Indonesia

Jumat (18/11/2022) besok ada sebuah fenomena astronomis yang bisa disaksikan di langit Indonesia. Fenomena tersebut adalah hujan meteor Leonid.

Editor: ferri amiril
intisari
Hujan Meteor Leonid 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Jumat (18/11/2022) besok ada sebuah fenomena astronomi yang bisa disaksikan di langit Indonesia. Fenomena tersebut adalah hujan meteor Leonid.

Hujan meteor Leonid, biasanya terjadi pada tengah malam, fenomena ini terlihat di langit Indonesia.

Leonid, adalah hujan meteor yang titik radian atau titik asal munculnya meteor berada di konstelasi Leo.

Menurut Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanudin. Menyebut hujan meteor Leonid berasal dari sisa debu komet 55P/Temple-Tuttle.

Hujan meteor Leonid ini merupakan satu di antara hujan beberapa meteor yang dinantikan setiap tahunnya. Selain itu ada Geminid, Lyrid, Perseid, dan Orionid.

Baca juga: Daftar Harga Kopi Hari Ini, Jenis Arabica Mencapai Rp 300 Ribu Perkilogram

Intensitas maksimum hujan meteor Leonid berkisar antara 11-14 meteor perjam untuk wilayah Indonesia, karena ketinggian titik radian saat transit bervariasi mulai 52-69 derajat. Biasanya fenomena hujan meteor Leonid ini antara 6-30 November.

Selain itu, keindahan hujan meteor Leonid ini, juga dikabarkan oleh NASA, yang menyebutnya sebagai fenomena langit yang indah pada bulan November.

Hujan meteor Leonid akan meningkat intensitasnya minggu ini, memuncak setelah tengah malam pada dini hari Jumat, 18 November.

Sementara hujan meteor ini akan aktif sepanjang bulan, pada puncaknya dapat menghasilkan sekitar 15 hingga 20 meteor per jam, menurut NASA.

Langit yang cerah dan gelap adalah yang terbaik untuk melihat hujan meteor apa pun termasuk hujan meteor Leonid.

Baca juga: Dua Ruang Kelas Ambruk Diterjang Angin Kencang saat Hujan Deras

Fase bulan selalu berperan dalam berapa banyak meteor yang akan dilihat oleh pengamat bintang.

Tahun ini selama puncak hujan meteor Leonid bulan akan menjadi sekitar 35 persen penuh, yang bisa mengaburkan meteor redup.

Hujan meteor Leonid dikenal berwarna-warni, cepat, dan cerah, kata NASA.

Dengan jejak yang dapat bertahan selama beberapa detik saat melesat melintasi langit.

Artinya beberapa meteor masih dapat terlihat meskipun di bawah sinar bulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved