Jumat, 10 April 2026

Dua Ruang Kelas Ambruk Diterjang Angin Kencang saat Hujan Deras

Dua unit ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Cicewol di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, ambruk setelah diterjang angin kencang. 

Editor: ferri amiril
dokumentasi p2bk cicurug
Kondisi dua ruang kelas yang ambruk diterjang angin kencang saat hujan deras 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUKABUMI - Dua unit ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Cicewol di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, ambruk setelah diterjang angin kencang

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicutug, Dodi Firmansyah mengatakan, peristiwa tersebut, terjadi pada Rabu (16/11/2022) kemarin, saat cuaca ektrim hujan deras disertai Angin Kencang. 

"Awalnya dari Angin Kencang yang melanda kampung Cicewol. Kemudian pukul 13.00 WIB tiba-tiba atap dua ruang kelas SDN cicewol ambruk," ujarnya, Kamis (17/11/2022). 

Menurut Dodi, kelas tersebut sudah lama dibiarkan dan tidak diisi karena kondisi atapnya sudah lapuk sering terguyur hujan deras.

"Saat kejadian ambruknya ruang kelas karena Angin Kencang tidak ada korban, karena kondisi ruang kelas sudah tidak dipergunakan dan siswa pun sudah pulang," ucapnya. 

Baca juga: Hujan Jadi Trending Topik di Twitter Hari Ini, Sudah 5 Jam Mengguyur Sejak Pagi

Dari dampak ruang kelas ambruk, pihak sekolah SDN Cicewol membagi pembelajaran menjadi dua sesi untuk mengganti belajar siswa akibat dua kelas yang ambruk tertiup Angin Kencang. 

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan Cicurug, Ridwan Rustandi mengatakan, dari laporan awal ruang kelas tersebut sudah tidak dipergunakan akibat lapuknya kondisi atap.

"Jadi memang atapnya itu sudah rapuh dan sudah lama tidak dijadikan tempat pembelajaran siswa, sehingga saat kejadian kemarin pun keadaan kosong dan tidak ada korban," ujarnya. 

Untuk memastikan kondisi bangunan atap ambruk tersebut, pihaknya kata Ridwan bersama pengawas akan melakukan peninjauan.

"Siang ini kita akan tinjau kondisi ruang kelas yang tertiup Angin Kencang. Termasuk pola pembelajaran yang dilakukan oleh pihak sekolah," pungkasnya.(*)

Baca juga: Sejak Pandemi Muncul, Sudah 166 Warga Kota Banjar Meninggal Dunia

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved