Keputusan Nekat Dadan, Resign saat Covid-19 Sukses Buka Warung Indopur dengan KUR BRI
Keputusan Nekat Dadan, Resign saat Covid-19 Sukses Buka Warung Indopur dengan KUR BRI
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: ferri amiril
Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana
TRIBUNPRIANGAN.COM - Di kaki Gunung Kareumbi, tepatnya di Desa/Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sebuah warung kecil berdiri di tengah perkampungan.
Kampung tersebut memiliki jarak yang cukup jauh dari Ibukota Kabupaten Sumedang yang berjarak tempuh sekira 28 kilometer. Begitupula dari Kota Bandung yang berjarak tempuh sekira 33 kilometer.
Belum lagi akses jalannya yang lebih banyak menanjak, ditambah aspal berlubang di sana-sini, membuat perjalanan menuju Kampung Cimanggung terasa cukup menguras tenaga.
Meski hanya berjarak tempuh 5 sampai 6 menit saja menuju mulut hutan Gunung Kareumbi, sebuah warung kecil bernama Indopur telah bertahun-tahun menyediakan akses keuangan bagi sejumlah warga setempat—mengingat mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kampung tersebut tentu saja tidak ada.
Bahkan, salah satu warga setempat yang bernama Iksan (35), mengaku telah terbantu tidak hanya untuk melakukan tarik tunai di warung tersebut, melainkan juga ketersediaan banyak barang yang dapat dibelinya, tanpa harus turun ke satu-satunya pasar yang berjarak hampir 4 kilometer dari sana.
"Kalau harus turun (ke pasar), enggak cuma harus keluar uang belanja, tapi juga 'kan bahan bakar kendaraan saya," ujar Iksan saat ditemui di Warung Indopur pada Jumat (28/11/2025).
Hal senada juga diungkapkan warga setempat lainnya, Siswantoro (53), yang merasa terbantu akses keuangannya sebagai pembudidaya tumbuhan.
Pria yang akrab disapa Anto tersebut mengaku dapat mempersingkat waktu pekerjaannya lantaran ia bisa melakukan tarik tunai di Warung Indopur tanpa harus menempuh 5 kilometer menuju mesin ATM.
"Kebutuhan beli bahan baku pupuk atau benih ke warga sekitar itu bisa langsung beli tunai, begitu. Jadi, pengerjaan buat tanaman saya yang di kebun itu bisa langsung dieksekusi, tanpa harus turun dulu ambil uang ke ATM," ungkap Anto.
Pasalnya, Anto yang merupakan Sarjana Pertanian mampu membuat pupuk sendiri dari kotoran hewan ternak milik warga sekitar atau sisa pangkasan gulma yang dibersihkan pemilik kebun lainnya.
Baik Iksan maupun Anto, merasa terbantu oleh Warung Indopur yang tidak hanya menyediakan kebutuhan bagi anggota keluarga mereka, melainkan juga akses keuangan yang terbilang sangat dekat dengan tempat tinggalnya.
Akan tetapi, perjalanan berdirinya Warung Indopur itu pun terbilang penuh upaya yang tidak main-main. Pemilik Warung Indopur, Dadan Purnama (37), bahkan menyebut bahwa keputusannya membuka warung itu merupakan hal paling gila dan berisiko yang pernah ia lakukan.
"Sebelumnya, mungkin tahun 2012 lah kalau tidak salah, saya bekerja sebagai sekuriti di salah satu perusahaan," terang Dadan. "tapi memutuskan resign tahun 2020."
Menurutnya, itu keputusan yang cukup berisiko, lantaran pada saat itu Indonesia tengah dilanda Pandemi Covid-19. Saat orang lain terkena dampak PHK, Dadan yang masih bekerja malah memutuskan berhenti dari pekerjaannya.
| Harga LPG Non-Subsidi di Ciamis Naik, Pelaku Usaha Kuliner Mengeluh |
|
|---|
| Jutaan Batang Rokok Ilegal dan Ribuan Botol Miras Akan Dimusnahkan di Hari Jadi ke-448 Sumedang |
|
|---|
| Rina Sa’adah Soroti Dampak Konflik Global terhadap Petani, Nelayan dan UMKM Termasuk di Pangandaran |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling Hari Ini Kabupaten Sumedang Akan Digelar di Alun-alun |
|
|---|
| 18 Kecamatan di Kabupaten Sumedang Hari Ini Diprediksi Turun Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/warungindpurpurpurpurpur.jpg)