Gempa Terkini di Jawa Barat
Warga Sumedang Kembali Rasakan Getaran Gempa, Usai Gempa Pacitan
Warga Kabupaten Sumedang, kembali merasakan getaran gempa bumi pada Jumat (6/2/2026) siang.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Sumedang diguncang gempa Jumat siang, pukul 13.45.
- Gempa kedua hari itu, M3,0 berpusat di 20 Km Timur Cimahi, kedalaman 13 km.
- Warga rasakan getaran singkat, tidak terlalu kuat.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Warga Kabupaten Sumedang, kembali merasakan getaran gempa bumi pada Jumat (6/2/2026) siang.
Goyangan gempa yang terjadi pukul 13.45 itu merupakan yang kedua kali hari ini.
Pertama, gempa berkekuatan 6,5 Magnitudo berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari.
Terbaru, berdasarkan informasi dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 3,0 Magnitudo dilaporkan berpusat di Kota Cimahi, Jawa Barat.
BMKG melaporkan Episenter gempa ini terletak pada koordinat 6.85 Lintang Selatan; 107.73 Bujur Timur.
Pusat gempa berada pada jarak 20 kilometer Timur Kota Cimahi, dengan kedalaman 13 kilometer.
Baca juga: Gempa Terkini di Timur Cimahi M3,0 Guncang Bandung, Sumedang, dan Subang, BMKG: Pusat di Darat
Gempa dirasakan Eka Kartika (41), warga Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
"Ada getaran seperti gempa, getarannya tidak terlalu kuat, dan hanya berlangsung sebentar," katanya kepada Tribun Jabar.
Getaran gempa juga dirasakan Agus Supriatna, warga Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Ia mengaku merasakan getaran gempa yang berpusat di Kota Cimahi tersebut.
Saat gempa terjadi, katanya, ia tengah brada di dalam warung.
"Sedang berada di dalam warung. Eundeur (bergetar), tapi gak lama," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, terjadi gempa bumi Magnitudo 3,0 di Jawa Barat mengguncang Bandung, Sumedang, dan Subang pada Jumat (6/2/2026) siang usai Jumatan.
BMKG Wilayah II melaporkan gempa terkini di Jawa Barat itu terjadi pada pukul 13.45 WIB.
Pusat gempa disebutkan BMKG berada di darat, 20 Km Timur Kota Cimahi, Jawa Barat.
Titik pusat gempa berada pada kedalaman 13 Km, merupakan gempa dangkal.
Guncangan gempa dirasakan di Jatinangor, Ciater, Kasomalang, Cileunyi dengan skala II-III MMI.
"Update Info Gempa Mag:3.0, 06-Feb-2026 13:45:31 WIB, Lok: 6.87 LS - 107.74 BT, 20 km Timur KOTA-CIMAHI-JABAR, Kedlmn: 13 km, dirasakan di Jatinangor, Ciater, Kasomalang, Cileunyi II-III MMI ::BMKG," tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Jumat (6/2/2026) siang.
Baca juga: Getaran Gempa Pacitan 6,4 Magnitudo Dirasakan Warga Sumedang
Baca juga: Guncangan Gempa Pacitan Terekam Jelas via CCTV di Bukit Cinomati, Daryono: Jenis Gempa Megathrust
Skala Gempa
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.
1. Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.
2. Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu.
Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk.
Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.
3. Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun.
Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.
4. Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja.
JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.
5. Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.
6. Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.
7. Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.(*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News
| 2 Gempa Bumi terkini di Jawa Barat Guncang Pangandaran dan Bandung Selasa Malam |
|
|---|
| Gempa Bumi Terkini di Jawa Barat M3,1 Guncang Pangandaran, Pusat Gempa Tampak di Selatan Tasik |
|
|---|
| 2 Gempa Hari Ini di Jawa Barat Mengguncang Pangandaran dan Sukabumi Jumat Dini Hari |
|
|---|
| Gempa Bumi Terkini di Jawa Barat M2,9 Guncang Sukabumi Kamis Siang Usai Pangandaran |
|
|---|
| Gempa Pangandaran M4,6 Dirasakan Warga Pantai: Mau Salat Subuh, Terasa Oyag Kang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Gempa-cimahi-06022026-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.