Kamis, 28 Mei 2026

Gempa Terkini di Jawa Barat

Warga Sumedang Kembali Rasakan Getaran Gempa, Usai Gempa Pacitan

Warga Kabupaten Sumedang, kembali merasakan getaran gempa bumi pada Jumat (6/2/2026) siang.

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Tangkap layar X @bmkgwilayah2
GEMPA CIMAHI - Terjadi gempa bumi Magnitudo 3,0 di Jawa Barat mengguncang Bandung, Sumedang, dan Subang pada Jumat (6/2/2026) siang usai Jumatan. BMKG sebut pusat gempa di 20 Km Timur Kota Cimahi. 
Ringkasan Berita:
  • Sumedang diguncang gempa Jumat siang, pukul 13.45.
  • Gempa kedua hari itu, M3,0 berpusat di 20 Km Timur Cimahi, kedalaman 13 km.
  • Warga rasakan getaran singkat, tidak terlalu kuat.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Warga Kabupaten Sumedang, kembali merasakan getaran gempa bumi pada Jumat (6/2/2026) siang.  

Goyangan gempa yang terjadi pukul 13.45 itu merupakan yang kedua kali hari ini. 

Pertama, gempa berkekuatan 6,5 Magnitudo berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari. 

Terbaru, berdasarkan informasi dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 3,0 Magnitudo dilaporkan berpusat di Kota Cimahi, Jawa Barat.

BMKG melaporkan Episenter gempa ini terletak pada koordinat 6.85 Lintang Selatan; 107.73 Bujur Timur. 

Pusat gempa berada pada jarak 20 kilometer Timur  Kota Cimahi, dengan kedalaman 13 kilometer. 

Baca juga: Gempa Terkini di Timur Cimahi M3,0 Guncang Bandung, Sumedang, dan Subang, BMKG: Pusat di Darat

Gempa dirasakan Eka Kartika (41), warga Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang

"Ada getaran seperti gempa, getarannya tidak terlalu kuat, dan hanya berlangsung sebentar," katanya kepada Tribun Jabar. 

Getaran gempa juga dirasakan Agus Supriatna, warga Pamulihan, Kabupaten Sumedang

Ia mengaku merasakan getaran gempa yang berpusat di Kota Cimahi tersebut.

Saat gempa terjadi, katanya, ia tengah brada di dalam warung. 

"Sedang berada di dalam warung. Eundeur (bergetar), tapi gak lama," ucapnya. 

Sebelumnya diberitakan, terjadi gempa bumi Magnitudo 3,0 di Jawa Barat mengguncang Bandung, Sumedang, dan Subang pada Jumat (6/2/2026) siang usai Jumatan.

BMKG Wilayah II melaporkan gempa terkini di Jawa Barat itu terjadi pada pukul 13.45 WIB.

Pusat gempa disebutkan BMKG berada di darat, 20 Km Timur Kota Cimahi, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 13 Km, merupakan gempa dangkal.

Guncangan gempa dirasakan di Jatinangor, Ciater, Kasomalang, Cileunyi dengan skala II-III MMI.

"Update Info Gempa Mag:3.0, 06-Feb-2026 13:45:31 WIB, Lok: 6.87 LS - 107.74 BT, 20 km Timur KOTA-CIMAHI-JABAR, Kedlmn: 13 km, dirasakan di Jatinangor, Ciater, Kasomalang, Cileunyi II-III MMI ::BMKG," tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Jumat (6/2/2026) siang.

Baca juga: Getaran Gempa Pacitan 6,4 Magnitudo Dirasakan Warga Sumedang

Baca juga: Guncangan Gempa Pacitan Terekam Jelas via CCTV di Bukit Cinomati, Daryono: Jenis Gempa Megathrust

Skala Gempa

Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.

1. Tetap tenang

Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!

Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu.

Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.

Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk.

Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

3. Di luar ruangan

Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.

Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun.

Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. 

4. Di kerumunan

Gempa bisa terjadi kapan saja.

JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.

Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

5. Di gunung atau dataran tinggi

Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.

Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

6. Di laut

Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.

Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.

Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.(*)

 

Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved