Idul Adha 1447 H
Warga Cimuruy Sumedang Bagikan Daging Kurban Gunakan Wadah Anyaman Bambu dan Daun Jati
Warga di Kampung Cimuruy RW 01, Desa Mekarmulya, Situraja, Sumedang, memilih rinjing wadah anyaman bambu dan daun jati saat membagikan daging kurban
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Warga Cimuruy Sumedang gunakan rinjing bambu dan daun jati untuk wadah daging kurban.
- Kemasan tradisional ini dipilih karena ramah lingkungan dan harganya murah (Rp300).
- Penggunaan rinjing turut menjaga kesegaran daging serta mendukung perajin lokal.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Warga di Kampung Cimuruy RW 01, Desa Mekarmulya Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, memilih rinjing wadah anyaman bambu dan daun jati saat membagikan daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Selain dinilai lebih ekonomis, warga di kampung tersebut menilai penggunaan wadah tradisional dari anyaman bambu itu juga dianggap lebih aman untuk menjaga kualitas daging, dibandingkan menggunakan kantong plastik.
Di Kampung tersebut, hewan yang disembelih berupa 3 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Hewan-hewan itu disembelih di halaman balai RW.
Hewan-hewan itu dijadikan 500 paket daging kurban.
Baca juga: Dony-Fajar Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,1 Ton ke DKM Masjid Agung Sumedang
Ato Radianto, Ketua DKM Masjid At-Taqwa, sekaligus Ketua Panitia Kurban, mengatakan, penggunaan wadah anyaman bambu ini pertama kali dilakukan di Kampung Cimuruy.
Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik yang berpotensi menambah volume sampah.
Selain itu, katanya, penggunaan rinjing bambu ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap warga yang berprofesi sebagai perajin anyaman bambu.
"Penggunaan rinjing bambu ini dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan, dan dampak melonjaknya harga plastik di pasaran. Harga rinjing bambu hanya Rp 300 per pcs," ucapnya kepada Tribun Jabar.id.
Ato mengatakan, penggunaan kemasan tradisional tersebut juga menjadi upaya melestarikan budaya lokal yang selama ini identik dengan masyarakat Sumedang khususnya di Kampung Cimuruy.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik semakin meningkat, serta penggunaan produk lokal buatan warga terus berkembang.
“Rinjing bambu ini merupakan produk warga di sini. Kami ingin tradisi ini tetap terjaga dan terus digunakan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.
Pengggunaan wadah anyaman bambu pun disambut baik warga, warga menilai penggunakan wadah anyaman bambu lebih praktis, dan alami.
Baca juga: Bupati dan Wabup Sumedang Salat Idul Adha di Masjid Agung Sumedang, Dony: Momentum Memperbaiki Diri
Selain mengurangi sampah plastik, warga memulai penggunaan rinjing juga memberikan kesan unik dalam pembagian daging kurban.
| Hari Tasyrik 1447 H/2026 Jatuh di Tanggal Berapa Saja? Cek Yuk Ini Informasinya Resmi dari Kemenag |
|
|---|
| Idul Adha 1447 H, Polres Tasikmalaya Kota Distribusikan 15 Ekor Sapi dan 65 Kambing |
|
|---|
| 5 Tips Cepat Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing Kurban, Biar Makin Mantap Saat di Masak! |
|
|---|
| Dony-Fajar Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,1 Ton ke DKM Masjid Agung Sumedang |
|
|---|
| Butuh Dua Jam Regu 3 Damkar Kota Tasikmalaya Evakuasi Sapi yang Kabur Saat Akan Disembelih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/BAGIKAN-DAGING-KURBAN-Warga-di-Kampung-Cimuruy-sumedang-2752026-1.jpg)