Kamis, 23 April 2026

Polisi Pastikan Ada Taruhan Dalam Aksi Balap Liar di Depan Kahatex Sumedang

polisi mendapati adanya kesepakatan taruhan di antara para pelaku balapan liar di depan Kahatex. Taruhan berkaitan dengan peran joki dan mekanik

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Kiki Andriana
TAMPANG PELAKU - Tampang lima remaja yang kerap melakukan aksi balap liar di jalur utama Bandung–Garut saat ditemui Tribun Jabar.id, di Mapolsek Jatinangor, Sumedang, Senin (19/1/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Kepolisian memastikan adanya unsur taruhan dalam aksi balap liar di jalur nasional Bandung–Garut, tepatnya di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
  • Fakta tersebut terungkap setelah polisi mengamankan lima remaja yang terlibat balap liar pada Minggu malam (18/1/2026).
  • Kelima remaja diamankan ke Mapolsek Jatinangor untuk dimintai keterangan dan menjalani pembinaan.

 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Kepolisian memastikan adanya unsur taruhan dalam aksi balap liar yang kerap terjadi di jalur nasional Bandung–Garut, tepatnya di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Fakta tersebut terungkap setelah polisi mengamankan lima remaja yang terlibat dalam aksi balap liar tersebut, Minggu (18/1/2026) malam. 

Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, mengatakan kelima remaja tersebut diamankan untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan terkait aktivitas balap liar yang meresahkan masyarakat.

“Yang kami bawa ke kantor ada lima remaja. Kami ajak komunikasi soal balap liar yang mereka lakukan,” ujar Rogers kepada Tribun Jabad.id, di Mapolsek Jatinangor, Senin (19/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapati adanya kesepakatan taruhan di antara para pelaku. Taruhan tersebut berkaitan dengan peran joki dan mekanik dalam balapan liar itu.

“Menurut pengakuan mereka masing-masing, memang ada taruhannya, terkait joki dan mekanik,” katanya.

Kelima remaja tersebut diketahui berasal dari sejumlah wilayah berbeda, mulai dari Cileunyi, Cikuda, hingga Desa Sayang. Mereka saling terhubung dan mengatur aksi balap liar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.

“Mereka berkomunikasi menggunakan media sosial dan WhatsApp antara satu dengan yang lainnya,” kata Rogers.

Baca juga: Momen Haru Pelaku Balap Liar Sungkem ke Orangtua: Mengaku Kapok

Baca juga: Pengakuan Pelaku Balap Liar Milih Jalanan Nasional Daripada Sirkuit Resmi

Kapolsek juga mengungkapkan bahwa para pelaku kerap mengelabui petugas dengan cara berpindah-pindah lokasi dan waktu. Aksi balap liar dilakukan dengan metode “kucing-kucingan” dengan aparat kepolisian.

“Betul, mereka selalu kucing-kucingan dengan petugas. Saat kami patroli mereka menghilang, dan ketika kami sudah tidak di tempat, mereka muncul dan melakukan balap liar,” katanyaan. 

Terkait dugaan konsumsi alkohol atau zat terlarang saat balap liar berlangsung, Rogers mengaku hal tersebut tidak ditemukan. Hal itu berdasarkan pengakuan para remaja serta hasil pengecekan yang dilakukan petugas.

“Untuk konsumsi (alkohol), menurut pengakuan mereka dan hasil pengecekan kami, tidak ada,” katanya.

Saat ini, kelima remaja tersebut masih menjalani proses pembinaan di kepolisian dengan melibatkan orang tua. Polisi juga mewajibkan pengembalian kendaraan ke kondisi standar sebagai bagian dari upaya pencegahan agar aksi balap liar tidak kembali terulang di wilayah Jatinangor dan sekitarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved