Rumah Ustaz Terisolasi

Wabup Sumedang Respons Ustaz Dadan yang Terisolir Proyek RS Mitra Plumbon, Janji Cari Solusi Terbaik

Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan tengah meminta data lengkap serta kronologi kejadian

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
TribunJabar.id/Kiki Andriana
SOLUSI TERBAIK - Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat diwawancara Tribun Jabar.id, di Gedung Negara Sumedang, Sabtu (10/1//2026). Fajar berjanji akan mencari solusi terbaik terkait soal rumah Ustaz Dadan yang terisolasi pembangunan RS Mitra Plumbon. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sumedang tindak lanjuti keluhan Ustaz Dadan soal rumah terisolasi proyek RS Mitra Plumbon.
  • Wabup janji cari solusi adil antara investasi dan hak warga, data masih dicek OPD.
  • Akses jalan ditutup, warga kesulitan aktivitas; komunikasi semua pihak jadi kunci.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai menindaklanjuti keluhan Ustaz Dadan dan keluarganya yang mengaku terisolasi akibat proyek pembangunan Rumah Sakit Mitra Plumbon ( RS Mitra Plumbon) di kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ), tepatnya di Dusun Dangdeur, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor.

Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan tengah meminta data lengkap serta kronologi kejadian dari dinas terkait.

“Itu sudah kami cek dan sedang kami minta datanya, kronologinya bagaimana,” kata Fajar, saat dimintai tanggapan, di Gedung Negara Sumedang, Sabtu (10/1/2026).

Fajar menegaskan, Pemerintah Daerah tidak akan menutup mata terhadap dampak pembangunan yang dirasakan warga.

Baca juga: Camat Jatinangor Belum Keluarkan Rekomendasi Izin Proyek RS Mitra Plumbon yang Isolir Ustaz Dadan

Menurutnya, Pemkab Sumedang akan berupaya mencari jalan tengah antara kepentingan investasi dan hak masyarakat.

“Tentu pemerintah daerah juga akan mencari win-win solution atau solusi terbaik. Investasi masuk ke kita, pekerjaan ada (buat masyarakat),” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan rumah sakit secara umum membawa dampak positif bagi daerah, mulai dari peningkatan layanan kesehatan hingga akses rumah sakit yang lebih merata, khususnya di wilayah Sumedang barat. Meski demikian, ia mengakui bahwa aspek sosial harus tetap menjadi perhatian.

“BLUD memang PAD-nya tidak langsung terasa, tapi ada peningkatan layanan. Jangkauan rumah sakit juga jadi lebih luas. Tapi kita juga pikirkan dampaknya kepada warga,” kata Fajar.

Terkait dugaan rumah warga yang terisolasi dan persoalan pembebasan lahan yang disebut belum tuntas, Fajar memastikan hal itu sedang dalam proses pengecekan.

“Misalnya, mohon maaf, kalau memang pembebasan lahannya belum tuntas atau belum ada ganti kerugian, ini sedang kami cek. Kami tidak akan tutup mata,” tegasnya.

Fajar mengaku hingga saat ini masih menunggu data teknis dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas PUTR Sumedang. Namun, OPD terkait belum juga mengirimkan data-data itu ke Wabup Fajar. 

Ia menegaskan, kunci penyelesaian persoalan Ustaz Dadan tersebut terletak pada komunikasi yang baik antara semua pihak.

“Intinya satu, Pemda, OPD terkait, masyarakat, dan investor harus komunikasi. Kita cari win-win solution,” pungkas Fajar.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved