Rabu, 29 April 2026

Tebing Ambrol Kubur 6 Pekerja

Punya Anak Kelas 1 SD, Irfan Jadi Korban Longsor Proyek Mini Soccer Jatinangor

Jujun orang tua salah seorang korban longsor tebing Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, berharap anaknya, dapat ditemukan selamat

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
TribunJabar.id/Kiki Andriana
CERITA KELUARGA KORBAN - Tim SAR Gabungan saat evakuasi korban terkubur longsor tebing di RW 01 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026). Salah seorang korban meninggal, Irfan meninggalkan istri dan anak yang masih sekolah SD. 

Ringkasan Berita:
  • Irfan (40) tewas tertimbun longsor proyek TPT di Cisempur, Jatinangor.
  • Ayah korban berharap selamat, namun jenazah ditemukan Jumat petang.
  • Irfan tinggalkan istri dan satu anak yang masih kelas 1 SD.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Jujun (58) orang tua salah seorang korban longsor tebing di RW 01 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, berharap anaknya, Irfan Kurniadi (40) dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, takdir berkata lain

Irfan merupakan salah satu dari empat pekerja yang meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).

Jenazah Irfan berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan pada Jumat Jumat (2/1/2026) petang. 

Jujun mengaku baru mengetahui kabar musibah tersebut pada Jumat, sekitar pukul 15.00 WIB.

Ia langsung berangkat dari kediamannya di wilayah Jajaway, RT 01/18 Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, menuju lokasi kejadian. 

“Dapat kabar sekitar jam tiga,saya langsung ke sini dari rumah, ” ujar Jujun di lokasi kejadian. 

Baca juga: Polisi Dalami Unsur Pidana di Balik Proyek TPT Minisoccer Tak Berizin Ambrol di Cisempur Sumedang

Ia mengatakan tidak mengetahui secara detail pekerjaan yang dilakukan anaknya.

Menurut Jujun, Irfan hanya berpamitan bekerja di kawasan Cisempur. 

“Kurang tahu, dia enggak pernah cerita detail, cuma bilang kerja di sini. Katanya Irfan bekerja di area tebing dengan ketinggian sekitar tujuh meter dan galian sedalam dua meter," katanya.

Jujun juga menyebutkan tidak ada firasat apa pun sebelum kejadian tersebut. 

“Enggak ada mimpi, enggak ada firasat apa-apa,” ucapnya.

Komunikasi terakhir Jujun dengan Irfan terjadi sekitar tiga hari lalu melalui sambungan telepon. Saat itu, ia sempat mengingatkan anaknya untuk berhati-hati dalam bekerja. 

“Saya bilang hati-hati ya,” katanya. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved