Selasa, 19 Mei 2026

Tebing Ambrol Kubur 6 Pekerja

Jajang Yakin Heri Korban TPT Minisoccer Maut di Sumedang Syahid

Duka mendalam masih menyelimuti warga Cisempur pascalongsor tebing yang menewaskan empat orang pekerja.

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Machmud Mubarok
TribunPriangan.com/Aldi M Perdana
MENAHAN TANGIS - Jajang Nurjaman (40), sepupu Heri Firmansah (45), menahan tangis saat diwawancara Tribun Jabar.id, di RW 05 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (3/1/2025) sore.    

Ringkasan Berita:
  • Salah satu korban meninggal pada longsor TPT minisoccer di Cisempur adalah Heri Firmansah (45), yang dikenang keluarga sebagai sosok pekerja keras yang wafat saat mencari nafkah.
  • Peristiwa terjadi saat Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk pada Jumat (2/1/2026) siang dan menimbun Heri yang sedang bekerja.
  • Heri merupakan perantau asal Kabupaten Garut yang telah lama menetap di RW 10 Kampung Lunjuk, Desa Cisempur.

 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Duka mendalam masih menyelimuti warga Cisempur pascalongsor tebing yang menewaskan empat orang pekerja. 

Salah satu korban meninggal dunia, Heri Firmansah (45) yang dikenang keluarga sebagai sosok pekerja keras yang wafat saat sedang mencari nafkah. 

Jajang Nurjaman (40), sepupu almarhum, saat ditemui TribunJabar.id di Cisempur, Sabtu (3/1/2026) sore, menceritakan bagaimana sosok Heri.

Dia menangis mengenang bagaimana kebaikan kakaknya itu selama hidup. Jajang meyakini Heri wafat dalam keadaan syahid

Menurutnya, saat peristiwa Tembok Penahan Tanah ( TPT) ambruk terjadi pada Jumat (2/1/2026) siang, Heri tengah bekerja. Heri juga baru pulang dari salat Jumat ketika memulai bekerja lagi di tempat itu. Belum lama, material longsoran tiba-tiba menguburnya. 

“Saya yakin Heri syahid. Dan saya yakinkan pula kepada anak-anak dan istrinya. Si Bapak (dia) sedang bekerja, mencari nafkah, dan dia sudah salat Jumatan,” ujar Jajang.

Baca juga: Lokasi TKP Longsor Cisempur Jatinangor Sumedang yang Menewaskan 4 Orang Dipasang Police Line

Baca juga: Orangtua Korban Longsor Cisempur Jatinangor Kaget Anaknya Tertimbun dan Meninggal

Heri diketahui merupakan pria kelahiran Kabupaten Garut yang merantau ke Desa Cisempur sejak beberapa tahun lalu. Ia telah lama menetap sebagai warga RW 10, Kampung Lunjuk, Desa Cisempur. Keputusan merantau diambil Heri demi memperbaiki nasib karena sulitnya lapangan pekerjaan di kampung halaman.

“Dia datang ke sini karena saya ajak. Di kampung susah kerja, dia ingin mengubah nasib. Dari dagang sampai akhirnya punya rumah dan jadi warga sini,” kata Jajang.

Jajang mengungkapkan, sebelum kejadian, ia masih berkomunikasi dengan Heri sekitar tiga hari sebelumnya. Saat itu, Jajang  bertukar kabar, dan mengetahui bahwa saat itu Heri sedang sibuk bekerja.

Pada hari kejadian, Jajang mengaku mendapat kabar soal musibah longsor dari anaknya. Saat itu ia tengah berada di kawasan Alun-alun Tanjungsari. 

Dia bekerja sebagai pedagang. Setelah memastikan kebenaran informasi tersebut, ia segera dijemput anaknya dan bergegas menuju lokasi longsor di Kampung Salam Kuning, Cisempur.

“Saya panik dan kalut. Dia orang yang paling dekat dengan saya. Saya yang ajak dia merantau ke sini,” katanya.

Jenazah Heri dievakuasi dan dibawa ke rumah duka pada Jumat malam. Setelah dimandikan, jenazah kemudian dimakamkan di Pasirkudang, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved