Senin, 18 Mei 2026

KH Aang Abdullah Zein Terpilih Jadi Ketua Umum MUI Jabar Pada Musda di Sumedang

Dr KH Aang Abdullah Zein MPdI terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat dalam Musyawarah Daerah di Sumedang

Tayang:
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
istimewa/MUI Online/Faisal Wibowo
JADI KETUA UMUM - Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I, pimpinan Pondok Pesantren Azzainiyah Sukabumi, terpilih menjadi Ketua Umum MUI Jabar periode 2025-20230 pada Musda MUI Jabar di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Sumedang, Kamis (18/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Dr KH Aang Abdullah Zein MPdI terpilih sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030 dalam Musda XI MUI Jabar di Jatinangor, Sumedang, Kamis (18/12/2025).
  • Musda juga menetapkan Drs KH Jamjam Erawan MAP sebagai Sekretaris dan KH Dindin Ibrahim Mulyana SAg sebagai Bendahara MUI Jabar.
  • Dalam sambutan perdananya, Kiai Aang menekankan pentingnya sinergi generasi muda dengan peran kiai dan sesepuh dalam kepengurusan MUI.

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Dr KH Aang Abdullah Zein MPdI terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat periode 2025-2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Provinsi Jawa Barat di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/12/2025).

Dalam Musda itu, terpilih pula Drs KH Jamjam Erawan MAP sebagai Sekretaris MUI Jabar periode 2025-2030 dan KH Dindin Ibrahim Mulyana SAg sebagai Bendahara MUI Jabar periode 2025-2026. 

Terpilihnya KH Aang Abdullah Zein juga diinformasikan akun ofisial Pondok Pesantren Azzainiyah Sukabumi.

"Alhamdulillah, atas barokah doa dari seluruh pihak.
Pangersa Kang Haji Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I, pimpinan Pondok Pesantren Azzainiyyah Sukabumi, telah resmi terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmah 2025–2030.

Semoga Allah swt. senantiasa melimpahkan taufiq, hidayah, dan kekuatan kepada beliau dalam mengemban amanah yang mulia ini; meneguhkan langkah dalam membimbing umat, menjaga persatuan, serta menghadirkan maslahat dan keberkahan bagi Jawa Barat dan Indonesia. Aamiin ya rabbal alamin," tulis admin akun tersebut.

Dalam sambutan perdananya, Pengasuh Pondok Pesantren Azzainiyah Sukabumi tersebut menegaskan bahwa kepengurusan MUI Jawa Barat ke depan diisi oleh semangat generasi muda yang tetap menjunjung tinggi peran para kiai dan sesepuh.

Kiai Aang menuturkan, energi dan idealisme anak muda harus berjalan beriringan dengan bimbingan serta arahan dari para ulama sepuh, khususnya dari kepengurusan periode sebelumnya yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Rachmat Syafe’i.

“Kami anak-anak muda, memiliki semangat yang tinggi. Namun kami tetap sangat mengharapkan bimbingan dan arahan dari para kiai serta para sesepuh,” ujar Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat tersebut sebagaimana dilansir dari mui.bogor.org, Kamis.

Baca juga: MUI Ciamis Dorong Penguatan Moral Remaja di Tengah Maraknya Krisis Akhlak

Baca juga: MUI Kota Tasikmalaya: Kota Santri Kini Darurat Miras, Jangan Hanya Sebut Narasi Prihatin

Ketua Umum MUI Jawa Barat, KH Aang Abdullah Zein, menegaskan komitmen kuat jajaran MUI kabupaten dan kota se-Jawa Barat untuk terus menjalankan peran keumatan, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, termasuk minimnya dukungan anggaran.

Menurut Kiai Aang, semangat pengabdian para ulama dan pengurus MUI tidak bergantung pada ada atau tidaknya bantuan. Dalam kondisi apa pun, MUI tetap hadir di tengah umat dan menjalankan tugasnya sebagai mitra strategis umat dan pemerintah.

“Ada dana ataupun tidak ada dana, ada uang ataupun tidak ada uang, insyaallah kita tetap berjalan. Tidak ada bantuan, kita tetap melangkah. Jika ada bantuan, langkah kita menjadi lebih lancar,” ujar putra KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab tersebut.

Pada kesempatan itu, Kiai Aang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran MUI daerah yang dinilainya konsisten bergerak dan berjuang dalam berbagai situasi. Ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dan semangat kolektif sebagai fondasi utama organisasi.

Memasuki periode kepengurusan baru, Kiai Aang secara terbuka memohon doa dan dukungan, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan dan kekurangan yang ada. Ia berharap para ulama dan sesepuh terus memberikan bimbingan serta nasihat agar roda organisasi berjalan di jalur yang tepat.

“Tidak ada gading yang tak retak. Kami memiliki banyak kekurangan dan kesalahan. Karena itu, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya, sekaligus memohon bimbingan dan arahan,” katanya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved