Sabtu, 25 April 2026

Unik, Nama Wabup Sumedang Fajar Aldila Ternyata Ada yang Singkatan "Alhamdulillah Dia Lahir"

Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila menyapa mahasiswa baru (Maba) Ikopin Univesity, kampus ilmu koperasi di Jatinangor, Kabupaten Sumedang

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Kiki Andriana
SAPA MABA IKOPIN - Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila menyapa mahasiswa baru (Maba) Ikopin University, kampus ilmu koperasi di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (15/9/2025). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Muhammad Fajar Aldila adalah Wakil Bupati Sumedang. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjadi pasangan Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memenangkan Pilkada 2024. 

Setelah sekian waktu menjabat, Fajar Aldila baru mengungkapkan asal-usul namanya. Ternyata, namanya cukup unik untuk didengar. Pria lajang kelahiran Bandar Lampung, 15 Juni 1992 itu bercerita tentang namanya di depan mahasiswa baru Ikopin University.

Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila menyapa mahasiswa baru (Maba) Ikopin Univesity, kampus ilmu koperasi di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (15/9/2025). 

Dalam perjumpaan itu, Fajar berbicara di atas podium menghadapi para mahasiswa dengan pakaian putih-hitam.

Baca juga: Wabup Sumedang Fajar Aldila Sapa Maba Ikopin University: Jangan Buru-buru Menikah

Fajar berbicara tentang kolaborasi koperasi dengan pemerintah. Dia menyelipkan juga pesan agar mahasiswa bersama-sama mencegah lahirnya kasus stunting baru di Sumedang. Namun, dalam saat perkenalan, dia bercerita tentang namanya. 

"Perkenalkan, nama saya Muhammad Fajar Aldila,"

"Muhammad itu diambil dari nama Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Fajar itu berarti waktu subuh. Dan Aldila, ada yang tahu enggak Aldila itu apa?"

"Aldila itu, Alhamdulillah Dia Lahir," katanya, berseloroh. 

Apakah benar arti kata Aldila itu demikian atau 'gaya bahasa' atau guyonan Fajar saja saat berbicara dengan kalangan muda mahasiswa baru, belum ada konfirmasi lebih lanjut.  

Cegah Pernikahan Dini

Fajar melanjutkan pembicaraannya di podium. Dia menyinggung sial stunting. Salah satu cara agar zero new stunting adalah dengan tidak buru-buru menikah pada usia dini. Sebab, variable pernikahan dini bisa menjadi alasan munculnya kasus stunting dan kemiskinan ekstrem. 

"Jangan buru-buru menikah karena itu perlu mental dan finansial," kata Fajar. 

Dia mencontohkan, pernikahan dini di Sumedang dan Jawa Barat masih menjadi kasus yang banyak ditemui. Di mana kedua sejoli itu menikah dengan alasan MBA atau married by accident, hamil di luar nikah. 

"Umur 15 tahun hamil, terpaksa menikah, umur 17 cerai meninggalkan anak,"

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved