Jumat, 12 Juni 2026

Antisipasi Gempa dan Tsunami

Masih Minim! Alat Peringatan Dini Tsunami di Pantai Pangandaran Baru Terpasang di 2 Pos Ini

Kabupaten Pangandaran menjadi satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana gempa bumi dan Tsunami. 

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
TribunJabar.id/Padna
COBA BUNYIKAN EWS - Suasana saat Balawista mencoba membunyikan sirine EWS peringatan dini tsunami di kantor Balawista Pangandaran, Jumat (12/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Balawista sebut sirine EWS tsunami di Pantai Barat Pangandaran masih belum memadai.
  • Alat baru terpasang di 2 dari 5 pos pantau dengan radius suara terbatas 300 meter.
  • Jantung wisata Pos 3 dan area hotel dekat Pos 1 mendesak butuh pasokan EWS tambahan.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kabupaten Pangandaran menjadi satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana gempa bumi dan Tsunami

Namun sayang, kesiapan sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) di kawasan wisata Pantai Pangandaran masih belum memadai.

Ketua Balawista Pangandaran, Dodo Taryana, menyampaikan jumlah perangkat EWS yang tersedia saat ini belum mampu menjangkau seluruh kawasan pantai yang menjadi pusat aktivitas wisatawan.

Di kawasan Pantai Barat, terdapat lima pos pengawasan wisata. Namun, perangkat EWS baru terpasang di dua titik, yakni Kantor Balawista dan Pos 4.

"Di Pantai Barat sendiri kita punya lima pos. Yang terpasang EWS baru dua, yaitu di kantor Balawista dan Pos 4. Sementara wisatawan tersebar mulai dari Pos 1 sampai Pos 5," ujar Dodo kepada Tribun Jabar di kantor Balawista Pangandaran, Jumat (12/6/2026) siang.

Baca juga: Antisipasi Tsunami, Kepala BNPB Sidak Sirine Peringatan Dini di Pangandaran: Ternyata Masih Kurang!

Menurutnya, kondisi itu membuat sebagian kawasan pantai masih minim akses informasi apabila terjadi ancaman tsunami. 

Ia berharap setiap pos pengawasan dilengkapi perangkat peringatan dini agar suara sirine dapat terdengar oleh wisatawan maupun masyarakat.

"Harapan kami setiap pos itu terpasang alat peringatan dini tsunami. Karena kalau terjadi sesuatu, masyarakat dan wisatawan bisa lebih cepat mengetahui dan melakukan evakuasi," ucapnya.

Menurutnya, jangkauan suara sirine EWS yang berada di Kantor Balawista saat ini masih terbatas. Dengan jangkauan sekitar 300 meter, suara peringatan hanya mampu mencapai sekitar perbatasan Pos 1 dan Pos 2 Pantai Barat.

"Di sekitar Pos 1 itu dekat dengan kawasan cagar alam dan banyak hotel. Harusnya ada satu alat di sana. Kemudian Pos 2 bisa diwakili dari EWS kantor Balawista," kata Dodo.

Baca juga: BNPB Bangun Gedung Pusdalops di Pangandaran untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Sementara itu, Pos 3 yang menjadi pusat keramaian wisatawan atau jantung aktivitas Pantai Pangandaran juga dinilai membutuhkan perangkat EWS tersendiri. 

Karena, banyak wisatawan beraktivitas di kawasan tersebut sehingga membutuhkan sistem peringatan yang cepat dan mudah terdengar.

"Kalau terpasang alat di Pos 3, wisatawan akan lebih mudah mendengar dan lebih waspada ketika ada peringatan bahaya," ujarnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved