Kamis, 11 Juni 2026

Sekolah Maung SPMB SMKN 1 Pangandaran Terima 448 Siswa

SMK Negeri 1 Pangandaran yang kini berstatus sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung) menjadi satu sekolah kejuruan unggulan

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Padna
PENERIMAAN MURID - Kepala SMK Negeri 1 Pangandaran, Oo Kosidin, mengatakan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026 sudah menetapkan kuota sebanyak 448 peserta didik baru. 

Ringkasan Berita:* SMK Negeri 1 Pangandaran yang kini berstatus sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung) menjadi satu sekolah kejuruan unggulan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - SMK Negeri 1 Pangandaran yang kini berstatus sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung) menjadi satu sekolah kejuruan unggulan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sekolah tersebut memiliki sejumlah program keahlian, yakni Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI), Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi).

Kemudian, rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.

Kepala SMK Negeri 1 Pangandaran, Oo Kosidin, mengatakan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026 sudah menetapkan kuota sebanyak 448 peserta didik baru.

Menurutnya, jumlah tersebut terbagi ke dalam 14 rombongan belajar (rombel) dari tujuh program keahlian yang tersedia.

Baca juga: Sudah 3 Generasi, Jalan di Cimerak Pangandaran Ini Dibiarkan Berbatu

"Untuk SPMB yang digelar tanggal 25 sampai 29 Mei, sekolah kami menerima 448 peserta didik untuk 14 rombel. Setiap rombel hanya menerima 32 peserta didik," ujar Oo kepada sejumlah wartawan di sekolah tempat kerjanya, Kamis (11/6/2026) pagi.

Namun demikian, pelaksanaan penerimaan peserta didik tahun ini dihadapkan pada persoalan pendaftar yang berasal dari luar Provinsi Jawa Barat, khususnya dari wilayah Jawa Tengah.

Sedangkan sebelumnya, cukup banyak calon siswa dari Jawa Tengah yang mendaftar ke SMKN 1 Pangandaran, terutama pada program keahlian kelautan yang menjadi satu program unggulan.

"Ini menjadi permasalahan di sekolah kami karena sebelumnya banyak sekali pendaftar dari Jawa Tengah yang masuk ke jurusan program kelautan," katanya.

Sesuai ketentuan yang berlaku saat ini, status Sekolah Maung diperuntukkan bagi warga Jawa Barat. Karena itu, calon peserta didik dari luar provinsi berpotensi tidak dapat diterima jika kebijakan itu diberlakukan secara penuh.

Meskipun demikian, pihak sekolah tetap memberikan kesempatan kepada calon peserta didik dari luar Jawa Barat untuk mengikuti proses pendaftaran sambil menunggu kepastian kebijakan lanjutan dari pemerintah.

"Sementara mereka boleh saja mendaftar. Namun apabila nantinya memang tidak diperbolehkan, mereka harus memahami karena sejak awal sudah diberikan penjelasan bahwa Sekolah Maung ini diperuntukkan bagi warga Jawa Barat," ucap Oo.

Menurut Oo, calon peserta didik yang tidak dapat diterima di SMKN 1 Pangandaran masih memiliki peluang melanjutkan pendidikan di sekolah negeri lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia berharap, status SMKN 1 Pangandaran sebagai Sekolah Maung dapat menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus pelayanan kepada peserta didik.

"Harapannya dengan dijadikannya SMKN 1 Pangandaran sebagai Sekolah Maung, kualitas pendidikan semakin meningkat. Bukan hanya menghasilkan manusia unggul, tapi juga unggul dalam pelayanan dan sistem pendidikannya," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved