Hajat Laut Pangandaran 2026 Ditiadakan, Tak Ada Jumat Kliwon di Bulan Muharram
Tradisi Hajat Laut yang selama ini menjadi agenda budaya masyarakat nelayan di Kabupaten Pangandaran dipastikan tidak akan digelar pada 2026
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
Ia pun menjelaskan bahwa pelarungan kepala kerbau memiliki makna simbolis. Bagian kepala dianggap mewakili berbagai sifat buruk manusia yang harus dibuang dan dijauhkan dari kehidupan sehari-hari, seperti iri hati, dengki, fitnah, kemunafikan, dan perilaku buruk lainnya.
Menurutnya, ritual tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk penyembahan kepada makhluk gaib, tapi simbol berbagi kepada makhluk hidup lain.
"Ya terutama pengingat kita agar manusia meninggalkan sifat-sifat negatifnya," kata Yana.(*)
| Diky Candra: Kunjungan Sesmenkop Adalah Angin Segar Untuk Progres Cagar Budaya Tugu Koperasi |
|
|---|
| Air Mancur Ikon Pantai Timur Pangandaran Kumuh Tak Terawat |
|
|---|
| Hajat Laut 2026, HNSI Pangandaran Siapkan Hadiah Lomba Capai Rp 150 Juta |
|
|---|
| Kunjungan Wisata Libur Idul Adha 2026 di Jabar Naik, Pangandaran Urutan Dua |
|
|---|
| Hari Lahir Pancasila di Pangandaran, Jeje Wiradinata Pimpin Pasukan Merah dalam Upacara Peringatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/padnapadnahajatlautlautlaut.jpg)