Minggu, 26 April 2026

Harga Hewan Kurban

Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Pangandaran Naik

Menjelang hari raya idul Adha, harga hewan sapi korban di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melonjak naik.

Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Padna
HARGA NAIK - Hewan Sapi kurban di kandang milik Rasim di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran yang disiapkan untuk Hari Raya Idul Adha, Minggu 26 April 2026  

Ringkasan Berita:
  • Menjelang hari raya idul Adha, harga hewan sapi korban di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melonjak naik.
  • Permintaan hewan sapi kurban menjelang hari raya idul adha ini sangat tinggi.
  • Namun harga mahal ternyata fisik sapinya tergolong kecil. 
  • Tahun kemarin, satu ekor sapi dengan fisik besar dijual Rp 15 juta, kini dengan kondisi fisik yang sama dijual Rp 18 juta.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Menjelang hari raya idul Adha 2026, harga hewan sapi korban di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melonjak naik.

Hal tersebut disampaikan Rasim bakul hewan sapi dan kambing di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Rasim mengatakan, seperti biasa permintaan hewan sapi kurban menjelang hari raya idul adha ini sangat tinggi.

"Tapi dengan seiringnya waktu, harga hewan kurban itu semakin melonjak. Malah kita juga bingung untuk menjualnya," ujar Rasim kepada Tribun Jabar di sekitar kandangnya, Minggu (26/4/2026) siang.

Menurutnya, yang menjadi bingungnya itu adalah untuk penyediaan hewannya terasa malu untuk dijual. "Karena, fisik sapinya kecil tapi harganya mahal," katanya 

Sementara permintaan hewan sapi kurban tahun 2026 ini sebanyak 40 ekor, namun di tempatnya baru tersedia 12 ekor.

Memang, naiknya itu tergantung pada kualitasnya. Tapi, rata-rata satu ekor sapi itu selisih naiknya sekitar Rp 2 juta dibanding tahun 2025 kemarin.

"Dulu kita jual per ekor Rp 15 juta fisik sapinya sudah besar. Tapi sekarang harga Rp 18 juta itu kecil seperti harga dulu yang dijual Rp 15 juta," ucap Rasim.

Baca juga: Begini Respon Penerima Bantuan Hewan Kurban yang Diberikan Pemkab Tasikmalaya

Baca juga: Kerap Timbulkan Bau, Warga Sukamaju Kaler Tasikmalaya Protes Adanya Tempat Jual Beli Hewan Kurban

Ia pun belum memahami alasan pasti naiknya harga hewan kurban. Tapi faktanya harga sapi itu melonjak tinggi.

"Satu alasannya mungkin populasi sapi di Indonesia mulai punah. Jadi, minimnya warga yang beternak hewan sapi," ujarnya. 

Ditambah lagi minimnya keterlibatan pemerintah dalam hal ini dinas peternakan dalam budidaya hewan sapi.

"Jadi kita sulit cari sapi kurban karena banyak peternak di kabupaten Pangandaran yang kosong. Banyak peternak yang gulung tikar," kata Rasim.

Rasim pun menduga penyebab naiknya harga hewan sapi bisa kemungkinan adanya konflik di Timur Tengah. "Ya, itu bisa jadi. Kan BBM naik juga," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved