Jumat, 1 Mei 2026

Kehadiran Program MBG bagi Pasangan Suami Istri di Pangandaran, Menjadi Secercah Harapan Baru

Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi secercah harapan

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Padna
RELAWAN SPPG - Aktivitas Shanty bersama relawan lainnya di SPPG Sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Sabtu (7/2/2026) 

Ringkasan Berita:* Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi secercah harapan bagi sebagian masyarakat
 
* Meski penghasilan yang didapat dianggap belum cukup, Shanty merasa bersyukur karena pekerjaannya mampu menyambung hidup keluarga

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi secercah harapan bagi sebagian masyarakat. 

Harapan itu yang kini dirasakan Shanty Susanti (32), warga Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Shanty merupakan seorang ibu rumah tangga dengan satu anak perempuan yang saat ini duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar. 

Suaminya, Purkon (33), sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Namun, sejak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) beberapa tahun lalu, Purkon terpaksa mengais rezeki dari pekerjaan serabutan.

Sejak saat itu, roda kehidupan rumah tangga Shanty dan Purkon berputar cukup berat. Keduanya harus banting tulang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecil mereka. 

Baca juga: Susi Pudjiastuti Minta yang Buang Puntung Rokok di Kawasan Wisata Pangandaran Kena Sanksi

Shanty mengaku sudah mencoba berbagai jenis pekerjaan, satu di antaranya menjual produk orang lain melalui jalur online.

Dengan penuh semangat, Shanty dan suaminya menggeluti usaha itu. Harapan mereka sederhana, ingin memiliki rumah sendiri agar bisa hidup mandiri bersama keluarga kecilnya. Selama ini, mereka masih tinggal di rumah orang tua.

Namun, persaingan dagang yang semakin ketat membuat usaha yang dijalani Shanty tidak bertahan lama. 

Minimnya pembeli memaksa ia menutup usahanya dan mengubur sementara mimpi- mimpi yang sudah dibangun.

Titik terang baru datang ketika usia pernikahan mereka menginjak sembilan tahun. Program MBG membuka peluang bagi Shanty untuk bekerja sebagai relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangwangi.

Bagi Shanty, kesempatan tersebut menjadi penopang penting dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Ia mengaku kondisi ekonomi keluarganya kini mulai sedikit stabil, meski belum sepenuhnya pulih.

"Bekerja di SPPG tidak hanya soal penghasilan, tapi juga keberkahan bagi keluarga saya," ujar Shanty kepada Tribun di halaman SPPG Sindangwangi, Sabtu (7/2/2026) pagi.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved