Rabu, 22 April 2026

GP Ansor Pangandaran Kutuk Keras Oknum Polisi Diduga Mabuk Parah di Langkaplancar

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pangandaran mengutuk keras perilaku seorang oknum polisi yang diduga mabuk berat di Langkaplancar

|
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
istimewa/Muhlis Nawawi Aziz
SOROTI POLISI MABUK - Ketua GP Ansor Kabupaten Pangandaran, Muhlis Nawawi Aziz, menyoroti kejadian oknum polisi mabuk berat dan tergeletak di pinggir jalan umum hingga viral di media sosial 

Ringkasan Berita:
  • GP Ansor Kabupaten Pangandaran mengecam keras seorang oknum polisi yang diduga mabuk berat hingga tergeletak di pinggir jalan umum.
  • Peristiwa tersebut viral di media sosial Facebook dan terjadi pada Selasa malam, 13 Januari 2026, di Kecamatan Langkaplancar.
  • Ketua GP Ansor Pangandaran, Muhlis Nawawi Aziz, menilai kejadian itu sebagai tindakan abnormal dan melanggar norma masyarakat setempat yang dikenal religius.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pangandaran mengutuk keras perilaku seorang oknum polisi yang diduga mabuk berat hingga tergeletak di pinggir jalan umum. 

Peristiwa yang viral di media sosial Facebook itu terjadi pada Selasa malam (13/1/2026) di wilayah Kecamatan Langkaplancar.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pangandaran, Muhlis Nawawi Aziz, menilai kejadian itu sebagai tindakan yang tidak wajar dan melanggar norma masyarakat setempat.

Pertama, Ia menganggap kejadian ini sebagai peristiwa yang abnormal dan jelas melanggar norma masyarakat Langkaplancar yang dikenal memiliki kultur religius. 

"Kejadian ini sedikit banyak merusak citra Langkaplancar, terlebih yang melakukannya adalah oknum polisi," ujar Muhlis kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Minggu (18/1/2026) siang.

Baca juga: Dewan Minta Polres Pangandaran Tindak Tegas Oknum Polisi yang Mabuk Parah

Baca juga: Puluhan Warga Langkaplancar Ramai-ramai Datangi Mapolsek, Ini Penyebabnya

Sebagai penegak hukum dan pelayan masyarakat, aparat kepolisian seharusnya menjadi teladan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, bukan justru menciptakan stigma negatif di tengah masyarakat.

"Kejadian ini tidak perlu terjadi, apalagi pelakunya adalah oknum polisi," katanya.

Pihaknya pun mendesak jajaran kepolisian, mulai dari Polsek Langkaplancar hingga Polres Pangandaran, untuk segera menindak tegas oknum yang terlibat serta melakukan pembenahan secara menyeluruh demi memulihkan citra institusi kepolisian.

"Kami meminta ada tindakan tegas dan pembersihan secara total, khususnya untuk memperbaiki nama baik kepolisian di Langkaplancar dan Pangandaran secara umum. Jangan sampai tugas menjaga keamanan justru berbalik memberikan stigma negatif," ucap Muhlis.

Berdasarkan informasi dari warga, kata Muhlis, kejadian tersebut diduga bukan yang pertama kali terjadi. Ia menyebut, adanya akumulasi peristiwa sebelumnya yang dinilai tidak pernah ditindak tegas oleh pimpinan kepolisian di tingkat Polsek maupun Polres.

"Sampai hari ini kami masih menunggu informasi terkait hasil audiensi kemarin. Secara organisasi, kami tetap memantau dan memberikan arahan agar persoalan ini bisa diselesaikan secara tuntas," ujarnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan kejadian biasa karena telah mencoreng nama baik kepolisian dan daerah, khususnya Kecamatan Langkaplancar

Makanya, GP Ansor menginstruksikan seluruh kader di Kabupaten Pangandaran untuk terus mengawal kasus ini hingga selesai.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved