Senin, 13 April 2026

Atlet Terjun Payung Jatuh

Robot Bawah Air Akan Diturunkan Mencari Atlet Terjun Payung di Laut Pangandaran

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jawa Barat akan menurunkan underwater monitoring robot

Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/padna
PENCARIAN - Upaya Pencarian Darat dan Laut Dimaksimalkan Untuk Mencari Atlet Terjun Payung yang Jatuh 

Ringkasan Berita:*  Underwater monitoring robot akan diterjunkan untuk mencari atlet terjun payung 
* Tim pencari masih melakukan upaya di hari kedua
* Kendala cuaca yang berubah-rubah menyulitkan pencarian 

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jawa Barat akan menurunkan underwater monitoring robot untuk membantu pencarian atlet terjun payung bernama Widiasih (58).

Widiasih diduga tenggelam di perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Widiasih dilaporkan jatuh ke laut pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Direktur Polairud Polda Jabar Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra, S.I.K., M.H., menyatakan, pihaknya sudah mengirim tim penyelam untuk backup operasi pencarian

Namun, demi keselamatan personel, penggunaan robot selam diprioritaskan pada tahap awal pencarian.

Baca juga: Wisatawan Mulai Padati Pantai Pangandaran Menanti Detik-detik Pergantian Tahun

"Hari ini kami sudah mengirimkan tim selam yang akan mem-backup. Tapi karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, kami akan menggunakan robot untuk mengecek di lokasi jatuhnya korban," ujar Edward kepada sejumlah wartawan di pelabuhan Bojongsalawe, Rabu (31/12/2025) siang.

Menurutnya, penentuan titik koordinat lokasi jatuh korban masih dalam tahap pencarian. Tentu, tim akan mempersempit luasan area pencarian dengan mengumpulkan petunjuk di lapangan.

"Kami belum menentukan titik koordinatnya. Nanti akan kami perkecil luasan koordinat lokasi pencarian. Kami juga ingin tahu jatuhnya helm di mana, parasut di mana. Kalau sudah diketahui, kami akan membuat diameter radius pencarian," katanya.

Saat ini, faktor cuaca menjadi kendala utama dalam operasi SAR. Tentu, untuk keselamatan petugas tetap menjadi prioritas.

"Kondisi cuaca memang menjadi satu faktor kendala. Jangan sampai kita menolong orang, tapi malah petugas yang tidak selamat," ucap Edward.

Robot selam tersebut akan diterjunkan untuk menyisir dasar laut sebelum penyelam turun. Robot ini mampu menjangkau kedalaman hingga sekitar 300 meter.

"Robotik ini akan kami masukkan ke dalam air untuk membantu tim. Sebelum penyelam turun, robot akan mencari terlebih dahulu posisi korban. Jika sudah ditemukan, tim penyelam tinggal mengevakuasi ke permukaan," ujarnya.

Untuk dugaan sementara, parasut korban masih mengembang dan berpotensi tersangkut di area karang - karang.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved