Kamis, 30 April 2026

BPBD Pangandaran Waspadai Bibit Siklon Penyebab Banjir di Desember-Januari

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menyoroti bibit siklon yang muncul di samudera Hindia Sumatra sampai Bali

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunJabar.id/Padna
BANJIR DI PERSAWAHAN - Kondisi banjir di area persawahan di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran pada Jumat 28 November 2025. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menyoroti bibit siklon yang muncul di samudera Hindia Sumatra sampai Bali.

Hal tersebut dampaknya akan sampai ke Jawa Barat bagian Selatan. Termasuk ke Kabupaten Pangandaran.

"Itu puncaknya di bulan Desember 2025 sampai Januari 2026," ujar Supiatno Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Pangandaran dihubungi Tribun melalui WhatsApp, Sabtu (13/12/2025) pagi.

Dalam dua bulan itu adalah puncak cuaca ekstrim dan akan berpotensi terjadi hujan sangat lebat disertai petir, angin, dan puting beliung. 

"Jadi, tidak menutup kemungkinan kembali terjadinya bencana banjir dan tanah longsor," katanya.

Maka itu, pihaknya dari BPBD Kabupaten Pangandaran mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Pangandaran tetap waspada dengan cuaca ekstrim ini. 

"Terutama masyarakat yang tinggal di daerah - daerah rawan longsor khususnya di Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Langkaplancar," ucap Supiatno.

Dan juga potensi - potensi banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Mangunjaya.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terkait cuaca ekstrim di akhir tahun ini," ujarnya.

Tentu, pihaknya pun bersama SKPD terkait melakukan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk antisipasi. Di antaranya, mengedukasi masyarakat terkait cuaca ekstrim ini.

Termasuk yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan instansi lainnya yaitu melakukan penertiban pohon - pohon yang ada di bahu jalan.

"Karena, ditakutkan berpotensi tumbang dan mengganggu keselamatan masyarakat. Kami juga apresiasi kepada TNI POLRI yang selalu menjadi garda terdepan dalam melakukan asesmen bencana yang sudah terjadi di sejumlah titik," ucap Supiatno.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved