Pangandaran Rawan Gempa Tsunami
22 Desa di Pangandaran Rawan Gempa dan Tsunami, BPBD Tiap Bulan Uji Coba Early Warning System
22 desa di enam Kecamatan di Kabupaten Pangandaran masuk kategori rawan terdampak gempa dan tsunami, BPBD uji coba early warning system tiap bulan
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kabupaten Pangandaran dikenal sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami.
Selain itu, wilayah pesisir selatan Jawa ini juga kerap mengalami bencana lain seperti longsor dan banjir.
Kalak BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh letak Pangandaran yang berada di zona subduksi pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Zona ini sangat aktif, sehingga wilayah tersebut rawan diguncang gempa, termasuk potensi gempa megathrust.
"Jelas gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami," ujar Dodo melalui WhatsApp, Senin (8/12/2025) siang.
Setidaknya terdapat 22 desa di enam Kecamatan yang masuk kategori rawan terdampak gempa dan tsunami.
Enam kecamatan tersebut yaitu Kalipucang, Pangandaran, Sidamulih, Parigi, Cijulang, dan Cimerak. Seluruhnya berada dekat dengan garis pantai sehingga memiliki tingkat risiko lebih tinggi.
Berkaca pada peristiwa gempa dan tsunami tahun 2006 yang menelan korban sekitar 800 jiwa, Pemkab Pangandaran bersama BPBD terus meningkatkan upaya mitigasi.
"Termasuk alat Early Warning System yang diuji coba setiap bulan. Jalur evakuasi dan rambu-rambunya juga disiapkan," katanya.
Baca juga: 22 Desa di 6 Kecamatan di Pangandaran Berisiko Tsunami, Ini Antisipasi BPBD
Baca juga: Gempa Terkini Berpotensi Tsunami Guncang Sulut, Kekuatan Mag 7,6, Ini Kata BMKG
Selain gempa dan tsunami, beberapa wilayah di Pangandaran yang berada di dataran tinggi juga rentan mengalami longsor. Sepanjang tahun 2025, tercatat 10 kejadian longsor sejak 2 Maret hingga 11 November.
Kecamatan Kalipucang menjadi wilayah dengan kejadian longsor terbanyak, yaitu lima kali kejadian. Disusul Kecamatan Langkaplancar dengan empat kejadian, serta Kecamatan Cigugur satu kejadian.
Bencana banjir juga melanda Kecamatan Padaherang dan Kalipucang dalam beberapa bulan terakhir. Desa yang terdampak antara lain Pamotan, Kalipucang, Cibuluh, Tunggilis, Ciganjeng, Maruyungsari, dan Paledah.
Satu faktor penyebab banjir disebut terkait penyempitan tanggul sungai. Sungai yang sebelumnya lebar kini menyempit sehingga memerlukan pengerukan.
Dodo menegaskan, bahwa Pangandaran hampir setiap tahun terdampak banjir karena posisinya berada di hilir.
"Kalau ada pengaruh kerusakan alam, mungkin terjadi di hulu. Kalau Pangandaran itu di hilir," ucap Dodo.
Kemudian banjir kiriman juga datang dari Tasikmalaya, Ciamis, serta Kabupaten Cilacap. "Semuanya masuk ke Sungai Citanduy, dan ketika debit air meninggi, wilayah kita terkena dampak," ujarnya. (*)
| Kopi Gula Aren Temani Diskusi Santai Gubernur Jabar Bareng Bupati dan Wali Kota Tasikmalaya |
|
|---|
| Menang Atas PSIM, Persib Bandung Siap Berlaga di Stadion Utama GBK Hadapi Persija Jakarta 10 Mei |
|
|---|
| Bupati dari Sumatera Barat Kunjungi Ciamis Untuk Lihat Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Kronologi Pemotor Lansia Tewas Ditabrak Lari Minibus di Cadas Pangeran Sumedang |
|
|---|
| Sambut Kedatangan Gubernur Jabar, Petugas Gabungan Lakukan Persiapan di Tasikmalaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/PANGANDARAN-AKHIR-PEKAN-29-November-2025-sore-1.jpg)