Ini Daftar Penyebab Banjir yang Melanda Dua Kecamatan di Pangandaran
BPBD ingin memastikan titik-titik yang tergenang air dan nanti bisa ditemukan penyebab-penyebab menggenangnya air ke pemukiman dan persawahan
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran kerap terdampak banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Provinsi Jawa Barat kembali turun ke lapangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Darlog (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Supiatno mengatakan, bahwa pihak BPBD Provinsi Jawa Barat pada Kamis (27/9/2025) kemarin kembali turun melakukan asesmen di dua Kecamatan yang terdampak banjir.
"Dengan menggunakan drone, mereka merekam lokasi terdampak banjir mulai dari Sukanegara Kecamatan Padaherang sampai ke Pamotan Kecamatan Kalipucang," ujar Supiatno dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Jumat (28/11/2025) siang.
Asesmen tersebut dilakukan, karena ingin memastikan titik-titik yang tergenang air dan nanti bisa ditemukan penyebab-penyebab menggenangnya air ke pemukiman warga dan area persawahan.
Baca juga: Banjir Pangandaran Sudah Surut, BPBD Minta Warga Tetap Waspada
"Hasil assemen itu akan menjadi bahan laporan dan mendorong pihak terkait agar bisa mengatasi penyebab banjir tersebut," katanya.
Dari data hasil asesmen BPBD Provinsi Jawa Barat yang diterima Tribun Jabar, ada beberapa penyebab banjir yang terjadi di dua Kecamatan tersebut.
1. Faktor Geografis dan Hidrologi
Luapan Sungai Citanduy (Penyebab Utama): Padaherang dan Kalipucang berada di wilayah hilir DAS Citanduy.
Ketika hujan sangat deras terjadi di wilayah hulu, debit air besar mengalir cepat ke hilir dan membuat sungai tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke permukiman dan lahan pertanian.
Meluapnya anak sungai lokal, sejumlah sungai kecil seperti Ci Seel dan Ciliat di Padaherang juga tidak mampu menampung limpasan air dari Citanduy dan hujan lokal, sehingga memperparah genangan.
Topografi dataran rendah atau cekungan, itu banyak area, khususnya Desa Paledah dan Ciganjeng, berada di dataran rendah yang menyerupai cekungan. Air yang masuk sulit keluar, sehingga banjir bertahan lama.
Kemudian curah hujan lokal tinggi, ketika hujan intens jangka panjang mempercepat limpasan permukaan dan menambah volume air yang masuk ke sungai.
2. Faktor Infrastruktur
Pendangkalan sungai, bahwa sedimentasi berat di Sungai Citanduy dan anak-anak sungainya mengurangi kapasitas tampung air. Sungai mudah meluap meski debit belum mencapai puncak historis.
| Satpol PP Pangandaran Amankan 11 Orang Termasuk Pengunjung dan PL dalam Razia Hiburan Malam |
|
|---|
| Bupati Pangandaran Soroti Lambannya Pembangunan Rumah Relokasi Eks Pasar Wisata |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Melanda Pangandaran, Pohon Kelapa Tumbang Timpa Rumah Warga di Cigugur |
|
|---|
| Kisah Pilu Ibu dan Anak Disabilitas di Pangandaran yang Tinggal di Gubuk |
|
|---|
| Masih Ada Waktu Untuk Adakan Acara Walimatussafar, Simak Contoh Kalimat Sambutan dan MC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/banjir-di-Ciganjeng-Padaherang-Pangandaran-28112025-1.jpg)