Kamis, 23 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 26 September 2025: Jangan Berputus Asa, Rezeki Banyak Macamnya

Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 26 September 2025: Jangan Berputus Asa, Rezeki Banyak Macamnya

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Jamaah memanjatkan doa seusai mengikuti Salat Jumat perdana di Masjid Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/12/2022). Berikut Naskah Khutbah Jumat 26 September 2025: Jangan Berputus Asa, Rezeki Banyak Macamnya 

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: “Tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”

Dari ayat tersebut, Prof. Quraish Shihab, seorang ahli tafsir Indonesia menyebutkan bahwa kekuasaan, nikmat-nikmat dan ilmu Allah itu mencakup segala sesuatu. Tak satu binatang pun yang melata di bumi ini kecuali Allah--dengan karunia-Nya--telah menjamin rezeki yang layak dan sesuai dengan habitatnya. Allah juga mengetahui di mana binatang itu menetap dan ke mana ia akan ditempatkan setelah kematiannya. Semua itu tercatat di sisi Allah dalam sebuah kitab yang menjelaskan hal ihwal makhluk-makhluk-Nya.

Dari ayat dan tafsiran tersebut, terdapat tanda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menjamin rezeki ciptaannya, maka bagi kita hendaknya tidak perlu riskan dan risau terhadap ‘apa’ yang akan kita makan hari ini, lebih-lebih di hari esok nanti.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 19 September 2025/26 Rabiul Awal 1447 H: Teknologi, Antara Mudharat dan Manfaat

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Selain menganjurkan melaksanakan ibadah yang telah ditentukan tata cara pelaksanaannya, Islam adalah agama yang menganjurkan penganutnya untuk mencari penghidupan duniawi untuk mencukupi kebutuhan hariannya. Ajaran Islam memerintahkan manusia untuk bergerak mencari rezekinya, tentu rezeki yang halal. Bekerja mencari penghidupan duniawi itu merupakan pekerjaan yang mulia di sisi Allah. Justru sebaliknya, berdiam diri, tidak mau bergerak, menyengaja diri untuk menganggur bahkan meminta-minta sedekah padahal fisiknya masih kuat untuk bekerja, yang demikian itu dipandang kurang baik oleh agama Islam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ (رواه البخاري)

Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Salah seorang dari kalian memikul kayu bakar di punggungnya itu lebih baik daripada ia mengemis kepada seseorang, baik diberi atau ditolak." (HR. Bukhari).

Hadits yang baru saja disebutkan secara tegas berisi anjuran untuk kita agar mau bergerak untuk mencari rezeki, kendati pekerjaan yang kita jalani saat ini ‘remeh’ menurut pandangan masyarakat pada umumnya, atau pekerjaan kita biasa saja, namun selama itu halal maka tidak mengapa, dibanding kita bergantung pada aktivitas meminta-minta kepada orang lain tanpa ada usaha, maka lebih baik bekerja.

Berkaitan dengan hal ini, para nabi dapat menjadi teladan bagi kita. Mereka adalah orang yang kesalehannya tidak diragukan lagi, akan tetapi mereka juga tidak lupa terhadap pencarian akan kehidupan dunia supaya kebutuhan hariannya terpenuhi.

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 19 September 2025: Hati-hati dengan Aneka Kenikmatan yang Diterima

Jamaah sekalian,

Contohlah Nabi Daud yang makanannya berasal dari hasil usaha yang dikerjakannya sendiri, kemudian contohlah Nabi Musa yang untuk mendapatkan makanan yang halal. Begitu pun dengan Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal sebagai pedagang di masa mudanya. Apabila motivasi duniawi yang membuat kita semangat dalam bekerja tidak cukup bagi kita, ingatlah terhadap motivasi ukhrawi, bahwa Nabi pernah bersabda:

مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ

Artinya: “Siapa pun yang di waktu sore merasa lelah karena mencari nafkah, maka di saat itu dosanya diampuni.” (HR. Thabrani).

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 19 September 2025: Akhlak Mulia Muslim dengan Menutupi Aib Saudaranya

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved