Senin, 11 Mei 2026

Ekskavator Ambles Nyaris Terkubur Lumpur Saat Normalisasi Situ Ciburuy

Ahmad Kusnadi menjelaskan, ekskavator melakukan pengerukan di atas tanah yang tidak padat. Akibatnya, tanah yang menjadi landasan tidak mampu menahan

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Rahmat Kurniawan
EKSKAVATOR AMBLES - Satu unit ekskavator yang melakukan normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) nyaris terkubur lumpur. Ekskavator itu mengalami ambles saat melakukan pengerukan lumpur di Situ 2 Ciburuy, Senin (6/10/2025). 

Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG BARAT - Satu unit ekskavator yang melakukan normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) nyaris terkubur lumpur. Ekskavator itu mengalami ambles saat melakukan pengerukan lumpur di Situ 2 Ciburuy.

"Ekskavator ambles ini sudah seminggu, kejadian hari Minggu lalu (28/9)," kata Ketua RW 13, Desa Ciburuy, Bandung Barat, Ahmad Kusnadi di lokasi, Senin (6/10/2025).

Ahmad Kusnadi menjelaskan, ekskavator melakukan pengerukan di atas tanah yang tidak padat. Akibatnya, tanah yang menjadi landasan tidak mampu menahan berat ekskavator hingga berujung ambles.

"Ekskavator nya karena berat, di ini kan tanahnya tidak padat, berlumpur," ujarnya.

Baca juga: Suara Emak-emak yang Rumahnya Tergusur Penataan Kawasan Situ Ciburuy, Minta Pemerintah Empati

Petugas mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi ekskavator yang hampir terkubur lumpur Situ Ciburuy tersebut. Pasalnya, tanah di sekitar lokasi dinilai tidak padat dan dikhawatirkan akan memicu terjadinya ambles.

Apalagi, lokasi tersebut berada di area sempit dan berdekatan dengan bangunan berupa rumah warga setempat. 

"Kemarin sempat mau diangkat pakai ekskavator lagi, tapi ini kan jalannya deket banget sama rumah warga, jadi pada takut ambles," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Saripah turut mengkonfirmasi peristiwa amblesnya ekskavator penggali lumpur di Situ 2 Ciburuy. Ekskavator tersebut tepat di depan rumah Saripah. 

Menurutnya, upaya evakuasi dengan mengerahkan ekskavator lain terkendala jalan yang sempit dan berdekatan dengan rumah warga.

Saripah mengaku sangat khawatir jika evakuasi tetap dipaksakan akan berdampak pada rumahnya yang berjarak sekitar 4 meter dari ekskavator yang ambles.

"Itu kejadian hari Minggu. Ini kan sudah longsor (tanah depan rumah Saripah), jadi sama warga mau diamanin dulu, takutnya hujan, longsor nanti rumah saya roboh. (Evakuasi pakai Ekskavator) Iya takut, takut runtuh (rumah saya)," kata Saripah.

Baca juga: Viral Pembongkaran Bangunan Situ Ciburuy, Kang Dedi Akan Beri Uang Sewa Untuk 12 Keluarga

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved