Senin, 13 April 2026

Demo Simbolik di Gerbang Pemkab Bandung, Massa Bakar Ban Hingga Tabur Bunga

Mereka mengusung 15 poin yang menyoroti krisis sosial, ekonomi, hingga ekologis di Kabupaten Bandung.

Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Adi Ramadhan Pratama
DEMO SIMBOLIK - Demo Simbolik di Gerbang Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung pada Rabu (3/9/2025). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Suasana gerbang Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung pada Rabu (3/9/2025) sore, mendadak ramai. 

Sejumlah massa yang terdiri dari Gerakan Masyarakat (GEMA) Kabupaten Bandung datang melakukan aksi simbolik dengan menyuarakan keresahan dan tuntutan perubahan. 

Mereka mengusung 15 poin yang menyoroti krisis sosial, ekonomi, hingga ekologis di Kabupaten Bandung.

Pantauan Tribun Jabar, massa aksi mulai berkumpul di Masjid Al-Fathu, Soreang sejak pukul 14.30 WIB.

Sekitar pukul 15.00 WIB, mereka melakukan long march menuju gerbang utama di Kompleks Pemkab Bandung.

Baca juga: Polisi Sudah Pulangkan Remaja yang Diduga Penyusup pada Demo Ojol 1 September di Kabupaten Tasik

Dengan membawa spanduk, poster, dan atribut protes, massa berjalan sambil menyerukan yel-yel perlawanan.

Setibanya di depan gerbang, massa membentangkan spanduk besar bertuliskan "Transparansi, Reformasi, Etika". 

Setelah itu, satu per satu perwakilan melakukan orasi yang menyinggung masalah ketenagakerjaan, pendidikan, kerusakan lingkungan, hingga represivitas aparat.

Aksi berlanjut dengan teatrikal. Sejumlah peserta membakar ban bekas di tengah jalan masuk ke komplek pemkab sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang mereka nilai tidak berpihak pada rakyat. 

Tak lama kemudian, beberapa orang membaringkan diri di jalan dan tabur bunga dilakukan di atas tubuh mereka. 

Prosesi tersebut menggambarkan duka atas jatuhnya korban dalam aksi demontrasi di seluruh Indonesia dari tanggal 28-31 Agustus lalu.

Baca juga: Cara Bhabinkamtibmas Desa Salakaria Menyadarkan Pelajar Peserta Demo di Ciamis

Koordinator aksi, Yogi Noviantara menegaskan, aksi ini adalah solidaritas sekaligus kritik keras terhadap kondisi Kabupaten Bandung yang menurutnya tidak baik-baik saja.

"Aksi ini adalah bentuk solidaritas terhadap kawan-kawan kita, Affan (Kurniawan) dan juga 8 atau 9 orang yang menjadi korban. Kita datang ke sini membawa keresahan Kabupaten Bandung," ujarnya saat ditemui di Kompleks Pemkab Bandung pada Rabu (3/9/2025).

"Tidak ada kontrol, tidak ada penyeimbang, tidak ada lawan. Maka hari ini kita hadir untuk menjadi kontrol, penyeimbang, dan lawan," katanya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved