Sabtu, 11 April 2026

Pilgub Jabar 2024

Pilgub Jabar, Pengamat: Duet Bima Arya dan Ridwan Kamil akan Sulit Ditandingi

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, saat dihubungi Sabtu (4/5/2024).

Kompas.com
Ridwan Kamil (kiri) dan Bima Arya (kanan) 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Bima Arya dan Ridwan Kamil bakal menjadi pasangan yang sulit ditandingi jika keduanya berduet pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2024.

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, saat dihubungi Sabtu (4/5/2024).

"Saya malah lebih tertarik jika Bima Arya berduet dengan RK (Ridwan Kamil), karena ini akan menjadi kekuatan politik yang sulit untuk ditandingi," ujar Kristian.

Bima Arya sendiri menyatakan diri akan maju di Pilgub Jabar 2024.

Baca juga: Pilgub Jabar 2024, Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Bertemu Dedi Mulyadi, Jalin Koalisi?

Sedangkan Ridwan Kamil, masih belum menentukan langkah politiknya apakah akan kembali maju di Pilgub Jabar atau hijrah ke Pilgub DKI.

Peta politik di Jabar, menurut Kristian, akan berbeda jika nantinya Bima Arya dan Ridwan Kamil bersaing memperebutkan kursi Gubernur.

Sebab kata Kristian, baik Bima Arya maupun Ridwan Kamil akan memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih masyarakat Jabar.

"Kalau Bima diusung PAN dan berhadapan dengan RK, maka skema koalisi Nasional menjadi tidak berlaku di Jabar. Kecuali, Bima mau menjadi Cawagubnya RK, maka ceritanya akan lain," ucapnya.

Baca juga: Pilgub Jabar 2024, PPP Bakal Usung Kembali Eks Wagub Uu Ruzhanul Ulum? Ini Kata Ketum PPP

Mantan Wali Kota Bogor Bima Arya pun, kata dia, harus mencari pasangan yang representatif untuk mendampingi dirinya, sekaligus mengimbangi lawan politiknya nanti.

"Secara nilai jual, Bima Arya potensial karena kepemimpinan di Bogor selama dua periode cukup baik. Tinggal kembali lagi bagaimana mengemas keunggulan tersebut ke dalam strategi komunikasi yang tepat pada saat kampanye, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan peluang untuk terpilih," katanya.

Bukan tidak mungkin partai-partai besar seperti Nasdem dan Demokrat, lanjut Kristian, bakal melirik Bima Arya seperti saat Pilkada Kota Bogor.

"Sekarang yang menjadi tantangan adalah mungkin atau tidak lobby Golkar dan PDIP dilakukan. Jika ini bisa berjalan, maka tidak menutup kemungkinan juga untuk membentuk koalisi yang kuat," katanya.

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved