Minggu, 3 Mei 2026

Puasa Syawal 1447 H

Niat Puasa Syawal Mengumpulkan Kembali Amal Setelah Ramadan

Ingin Puasa Syawal Setelah Lebaran Tapi Masih Ada Hutang di Ramadan, Mana yang Lebih Utama Dikerjakan?

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TribunNews.com
PUASA SUNNAH SYAWAL - Ingin Puasa Syawal Setelah Lebaran Tapi Ada Hutang di Ramadan, Mana yang Lebih Utama Dikerjakan?. Ilustrasi Membaca Niat Puasa.(National University of Singapore) 

Namun disisi lain, selama Puasa Ramdhan berlangung, tak ayal beberapa kalangan umat muslim pun ada yang tidak bisa melaksanakan sebulan full, dengan alasan yang beragam namun masih termasuk syar'i.

Terutama kaum muslimah yang harus mengalami haid setiap bulan termasuk pada bulan Puasa, dan golongan lain.

Lantas bagaimana hukumnya jika sudah masuk bulan syawal dan ingin melaksanakan puasa syawal namun masih memiliki hutang puasa?

Baca juga: BAGAIMANA Hukum Menggabungkan Puasa Syawal, Yaumil Bidh, dan Senin-Kamis? Ini Kata Ustad Khalid

Hukum Puasa Syawal namun Punya Utang Puasa

Dalam kitab Syarah Al-Lu'lu Wa Al-Marjan (kitab kumpulan hadits shahih Bukhari dan Muslim) dijelaskan bahwa tidak boleh melaksanakan puasa syawal sebelum melaksanakan qodho puasa, dan yang dijadikan sandaran menyebut menyelesaikan puasa Ramadan baru berpuasa 6 hari di bulan Syawal.

Hal ini dikarenakan seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk mengganti puasa Ramadan, maka dianjurkan untuk segera melakukan puasa qadha.

Umat Islam perlu mendahulukan puasa qadha yang merupakan sebuah kewajiban.

Prioritas dalam menjalankan kewajiban agama sangatlah penting dalam Islam. Jika seorang muslim mendahulukan puasa Syawal daripada puasa qadha Ramadan, maka sama saja mendahulukan yang sunah daripada yang wajib.

Mengutamakan kewajiban (fardhu) lebih penting daripada melakukan ibadah sunah, karena kewajiban merupakan perintah langsung dari Allah SWT.

Puasa Ramadan adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim yang mampu melaksanakannya. 

Jika seseorang memiliki puasa Ramadan yang belum diganti (qadha), maka menjadi lebih utama bagi mereka untuk segera melaksanakan puasa qadha tersebut sebelum menjalankan puasa sunah, seperti puasa Syawal.

Seorang muslim yang mendahulukan puasa sunah Syawal juga tidak mendapatkan keutamaan puasa Syawal. Seperti yang dijelaskan dalam hadis nabi, untuk mendapatkan keutamaan puasa yang setara satu tahun penuh, seseorang harus menyelesaikan puasa Ramadan secara sempurna, baru diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal.

Meski demikian, masih ada perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hal ini. Sebagian yang lain memperbolehkan mengakhirkan puasa qadha dan melaksanakan puasa Syawal terlebih dahulu. Para ulama yang menyatakan pendapat ini berhujjah dengan hadits Aisyah RA berikut,

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

Artinya: "Aku dahulu punya kewajiban puasa Ramadan dan aku tidak bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syakban." (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Kapan Bisa Melaksanakan Puasa Syawal

Mengerjakan puasa sunnah Syawal boleh dilakukan secara berturut-turut dan juga terpisah. Menurut Imam Syafi'i dan Imam Hanbali, diutamakan dilakukan secara berurutan. Sementara menurut Imam Maliki dan Imam Hanafi berpendapat pelaksanaan puasa ini disunnahkan tidak berurutan atau dua hari setiap satu pekan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved