Sabtu, 2 Mei 2026

Idul Fitri 2026

Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Bertema Pengingat Kehidupan Dunia

3 Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H/ 2026 Resmi Muhammadiyah, Bertema Pengingat Kehidupan Dunia yang Menipu

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
SERAMBI/M Anshar
NASKAH KHUTBAH LEBARAN - 3 Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H Resmi Muhammadiyah, Bertema Pengingat Kehidupan Dunia yang Menipu. Ilustrasi shalat Idul Fitri 

قَالَ اَوْسَطُهُمْ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُوْنَ

Artinya: Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)."

Kelima, wustha, kata ini berkaitan dengan waktu waktu salat, terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 238:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى

Artinya: "Hendaknya kamu menjaga waktu-waktu salat dan salat wustha.."

Jemaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Berdasarkan segala turunannya, kata wasathiyyah melahirkan konsep Islam moderat. Dengan demikian, jika kita menggali dari uraian para ahli tafsir, wasath atau moderat itu paling tidak mengandung lima pengertian.

Pertama, wasathiyah atau moderat berarti "baik atau menjadi yang terbaik."

Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Ayat di atas sebagai perintah untuk membentuk sebuah perkumpulan yang terorganisir dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar. Bila perkumpulan tersebut dilandasi keimanan kepada Allah dan sukses menjalankan amar ma'ruf nahi munkar, maka janji Allah akan memberinya status sebagai khair al-ummah (umat terbaik). Dalam Sabda Nabi tersirat bahwa khair al-ummah berarti sekelompok manusia yang paling banyak menebar manfaat bagi manusia (khair al-nas anfa'uhum li al-nas).

Karenanya, ciri dari ummatan wasathan yang terdapat dalam QS. Al Baqarah ayat 143 adalah sekelompok muslim yang senantiasa memberikan pertolongan kepada orang lain, menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan pada yang membutuhkan, dan senantiasa memberikan kebahagiaan dan kegembiraan kepada orang-orang di sekelilingnya.

Kedua, wasathiyah atau moderat adalah "menebar nilai utama."

Islam Wasathiyah senantiasa menebar nilai-nilai utama seperti kepantasan, kebaikan, kelaziman, dan lain sebagainya. Ini diilhami dari QS. Al-Adiyat ayat 5 tentang pasukan berkuda yang menembus ke tengah-tengah musuh. Dari sana timbul pengertian bahwa Islam sebagai sebuah agama harus benar-benar dipahami sebagai penebar nilai-nilai utama di tengah-tengah kemaksiatan dan kezaliman. Nilai utama tersebut telah memiliki konsepnya yang disebut dengan akhlak.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved