Selasa, 12 Mei 2026

Klarifikasi GRF Soal Event Lari di Garut, Singgung Peserta Komunitas, dan Siap Terima Konsekuensi

Penyelenggara Garut Running Festival (GRF) 2025 memberikan klarifikasi resmi terkait kericuhan yang terjadi pada event lari tersebut.

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Dedy Herdiana
istimewa
KLARIFIKASI PENYELENGGARA - Viral gelaran lari bertajuk Garut Run Fest 2025 menuai kekecewaan peserta, kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (7/12/2025). Penyelenggara Garut Running Festival (GRF) 2025 memberikan klarifikasi resmi terkait kericuhan yang terjadi pada event lari tersebut. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Penyelenggara Garut Running Festival (GRF) 2025 memberikan klarifikasi resmi terkait kericuhan yang terjadi pada event lari tersebut. 

Klarifikasi itu disampaikan penanggungjawab kegiatan atau pemilik akun Instagram @aparathajat melalui akun resmi @garutrunfest, Senin (8/12/2025).

Saat dihubungi Tribunjabar.id, pemilik akun @aparathajat yang diketahui bernama Bambang alias Decul itu mengakui adanya sejumlah kekacauan di kegiatah GRF, pada Minggu (7/12/2025). 

Ia menyebut saat ini tengah menyelesaikan satu persatu persoalan yang terjadi setelah insiden tersebut.

"Sementara yang bisa saya sampaikan itu kronologinya di Instagram, saya sedang menyelesaikan satu-satu dulu ini," ujarnya.

Baca juga: VIRAL! Event Lari di Garut Mengecewakan, Wabup: Kalian Sudah Kusupport, Lalu Ini Kenapa?

Kekacauan pertama ungkapnya, bermula dari peserta komunitas yang tidak mendapatkan nomor identitas peserta atau bib number akibat pendataan yang tidak diperbarui setelah registrasi resmi ditutup pada 23 November 2025. 

Sementara itu seluruh peserta umum dinyatakan telah terdata lengkap dan tidak mengalami masalah administrasi.

"Penyebab utama masalah pada peserta komunitas adalah adanya penerimaan peserta tambahan melalui jalur komunitas setelah registrasi resmi ditutup tanggal 23 November 2025," ungkapnya.

Decul menjelaskan bahwa banyaknya peserta tambahan yang masuk melalui jalur komunitas menyebabkan sejumlah nama tidak tercatat dalam sistem produksi bib.

Sedangkan, pencetakan yang sudah melewati batas waktu H-7 membuat bib baru tidak dapat diproses, sehingga memicu protes dan kegaduhan sejak pagi hari.

"Itu yang saya khawatirkan dari awal pembukaan registrasi agar tidak terjadi kericuhan ketika penentuan podium," ucapnya.

Kekisruhan itu disebut berlanjut ketika race dimulai karena keterlambatan vendor memuat perlengkapan acara, mulai dari gate start hingga perlengkapan finish yang baru tiba sekitar pukul 03.00 WIB.

Jadwal ini ungkapnya jauh dari waktu loading yang seharusnya dilakukan pukul 23.00 WIB malam.

"Saya mengakui ini murni human error yang seharusnya tidak terjadi pada vendor yang sudah saya tunjuk untuk menyiapkan itu," katanya.

Baca juga: Curhatan Volunteer Garut Running Festival Dimaki-maki Peserta, Event Chaos Panitia Menghilang

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved