Selasa, 21 April 2026

Haji 2026

Daftar Obat Umum yang Perlu Dibawa saat Ibadah Haji 2026, Lengkap List Barang Penting Lainnya

Kloter Pertama Jamaah Haji Jabar Terbang Hari Ini, Simak Daftar Jadwal Penerbangang Jamaah 7 Daerah Priangan Timur

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Klaose TribunPriangan.com
DAFTAR OBAT HAJI - Kloter Pertama Jamaah Haji Jabar Terbang Hari Ini, Simak Daftar Jadwal Penerbangang Jamaah 7 Daerah Priangan Timur. Ilustrasi persiapan obat dan makanan saat safar Haji.(Klaose TribunPriangan.com) 

Ringkasan Berita:
  • Suhu siang hari di Makkah mencapai sekitar 39 derajat Celsius, sementara di Madinah berkisar 38 derajat Celsius, yang dinilai cukup ekstrem terutama bagi jemaah asal Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis lembap.
  • Perbedaan suhu dan kelembapan menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi, sebab terdapat beberapa penyakit yang rentan dialami jemaah haji.
  • Beberapa obat yang disarankan untuk dibawa oleh jemaah haji sangat penting untuk diingat, demi menghindari hal yang tak diinginkan 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Jadwal keberangkatan Jamaah Haji memasuki babak baru.

Dimana perhari ini Selasa (21/4/2026) jadi tanggal perdana keberangkatan Jamaah Haji se-Jawa Barat (Jabar).

Berbagai kesiapan pun sudah harus disiapkan, bagi para kloter yang baru akan berangkat dihari-hari selanjutnya.

Persiapan yang perlu dibawa jemaah haji pun tidak bisa sembarangan atau asal-asalan pasalnya, hal ini berkaitan dengan kelangsungan aktifitas ibadah haji selama kurang lebih beberapa pekan kedepan.

Adapun hal yang tak boleh terlupakan adalah packingan barang serta kebutuhan selama safar, termasuk obat dan kebutuhan khusus yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing jamaah haji.

Ya, obat-obatan menjadi alternatif paling utama bagi keselamatan para jamaah, sebab para jamaah nantinya akan bertemu dengan kondisi iklim, udar, dan situasi yang berbeda dengan Indonesia.

Baca juga: 21 April Jadi Jadwal Perdana Keberangkatan Jamaah Haji Jabar 2026, 7 Daerah Priangan Timur Kapan?

Sekedar info, kondisi cuaca di Arab Saudi selama musim haji 2026 diperkirakan tetap panas dengan tingkat kelembapan rendah, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi jemaah.

Pasalnya, mengutip berbagai sumber suhu siang hari di Makkah mencapai sekitar 39 derajat Celsius, sementara di Madinah berkisar 38 derajat Celsius. 

Kondisi ini dinilai cukup ekstrem, terutama bagi jemaah asal Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis lembap.

Tenaga kesehatan dari Tim Kesehatan Penyelenggara Ibadah Haji (PKPPJH) Sektor 1 Daerah Kerja Bandara, dr M Fathi Banna Al Faruqi, mengingatkan bahwa perbedaan suhu dan kelembapan menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi.

“Udara kering membuat cairan tubuh lebih cepat menguap, sehingga risiko dehidrasi meningkat meski jemaah tidak merasa berkeringat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dehidrasi ringan menjadi kondisi paling umum yang dialami jemaah. Gejala awalnya sering tidak disadari, salah satunya ditandai dengan bibir kering dan pecah-pecah.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi luka terbuka hingga memicu infeksi. Selain itu, jemaah juga berpotensi mengalami sariawan yang berdampak pada menurunnya nafsu makan dan asupan energi.

“Ketika asupan makan berkurang, kondisi fisik jemaah bisa menurun dan berisiko mengganggu kelancaran ibadah,” jelasnya.

Dengan kondisi cuaca yang cenderung ekstrem, kesiapan individu menjadi kunci utama. Petugas kesehatan berharap jemaah dapat menjaga pola hidup sehat selama di Tanah Suci agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan optimal.

Baca juga: Naskah Sambutan dan MC Acara Walimatussafar Haji 2026, Lengkap Jadwal Berangkat Jemaah di Priangan

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved