Jumat, 5 Juni 2026

Berawal dari Leuit, Perpustakaan Selaras Jalatrang Kini Juara 1 Tingkat Kabupaten Ciamis

Perjalanan Perpustakaan Selaras Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, menjadi bukti bahwa semangat membangun budaya literasi

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
PERPUSTAKAAN - Berawal dari sebuah leuit (lumbung padi) dengan koleksi buku seadanya dan rak hibah dari warga, kini Perpustakaan Selaras berhasil meraih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026. 

Ringkasan Berita:* Perjalanan Perpustakaan Selaras Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, menjadi bukti bahwa semangat membangun budaya literasi dapat menghasilkan prestasi membanggakan. 

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Perjalanan Perpustakaan Selaras Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, menjadi bukti bahwa semangat membangun budaya literasi dapat menghasilkan prestasi membanggakan. 

Berawal dari sebuah leuit (lumbung padi) dengan koleksi buku seadanya dan rak hibah dari warga, kini Perpustakaan Selaras berhasil meraih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Prestasi tersebut disambut penuh rasa syukur oleh Pemerintah Desa Jalatrang dan masyarakat setempat.

Kepala Perpustakaan Selaras sekaligus Bunda Literasi Desa Jalatrang, Elsa Nuari Hardiana, mengatakan perpustakaan mulai beroperasi pada November 2022 dengan fasilitas yang sangat terbatas. 

Namun, semangat pengelola dan dukungan masyarakat membuat perpustakaan terus berkembang.

Baca juga: Damkar Ciamis Lepaskan Cincin yang Tak Mau Lepas dari Seorang Pemuda

"Awalnya kami menempati leuit dengan koleksi buku seadanya dan rak hibah dari warga. Setelah itu dibentuk kepengurusan melalui SK Kepala Desa pada Januari 2023 dan dibangun gedung perpustakaan menggunakan anggaran desa," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Perpustakaan Selaras mengusung konsep Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga pusat edukasi, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat.

Menurut Elsa, berbagai inovasi terus dilakukan agar perpustakaan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Keberhasilan meraih juara pertama juga tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, lembaga desa, kader, komunitas, hingga masyarakat.

Lebih lanjut, Elsa merinci indikator penilaian Lomba Perpustakaan Desa mencakup 8 dimensi yakni :

- Dimensi Koleksi Perpustakaan: Menilai kelengkapan & keragaman bahan pustaka

- Dimensi Sarana dan Prasarana: Menilai fasilitas

- Dimensi Pelayanan Perpustakaan: Menilai jam buka, sistem sirkulasi, jumlah kunjungan, dan kegiatan promosi literasi.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved