Hampir Setahun, Korban Dugaan Penipuan MBG di Ciamis Desak Polisi Bertindak Cepat
Kasus dugaan penipuan berkedok program MBG di Kabupaten Ciamis kembali mencuat
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Para korban mengeluhkan lambannya penanganan, bahkan setelah hampir satu tahun sejak laporan pertama dilayangkan pada Agustus 2025.
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kasus dugaan penipuan berkedok program MBG di Kabupaten Ciamis kembali mencuat.
Para korban mengeluhkan lambannya penanganan, bahkan setelah hampir satu tahun sejak laporan pertama dilayangkan pada Agustus 2025.
Salah satu korban, Lia Amalia, mendatangi Polres Ciamis untuk menanyakan perkembangan kasus yang dinilai belum menunjukkan kejelasan.
“Saya datang ke sini untuk menanyakan sudah sejauh mana polisi menindaklanjuti laporan kami. Dari Agustus 2025 sudah melapor, memang sudah ada BAP, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar Lia, Kamis (23/4/2026).
Menurut Lia, dalam kelompok kecil itu terdapat sekitar 10 orang korban dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp100 juta.
Baca juga: Dinsos Ciamis Latih 15 PPKS Memotong Rambut, Dibekali Skill hingga Mental Usaha
“Kelompok saya hanya 10 orang, tapi total kerugian sudah lebih dari Rp100 juta. Kalau secara keseluruhan, korban di Ciamis itu lebih dari 70 orang,” katanya.
Ia menyebut, rata-rata korban mengeluarkan uang sekitar Rp10 juta hingga Rp11 juta untuk bergabung dalam program tersebut, belum termasuk biaya tambahan lain.
“Rata-rata korban keluar uang Rp10 juta sampai Rp11 juta, itu belum termasuk kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Meski penanganan dinilai lambat, Lia menyebut pihak kepolisian berencana melakukan gelar perkara dalam waktu dekat.
“Tadi katanya minggu depan mau dilakukan gelar perkara. Saya berharap hasilnya bisa segera diketahui,” ucapnya.
Dalam kasus ini, terdapat tiga orang yang dilaporkan, yakni Samsul, Awing, dan Kuswanto. Namun dua di antaranya disebut belum diketahui keberadaannya.
“Untuk Samsul dan Awing katanya tidak ada di tempat, sementara Kuswanto ada,” ungkap Lia.
Keluhan juga datang dari korban lain, Ipah, yang menyebut kerugian yang dialami tidak hanya soal uang, tetapi juga berdampak secara moral.
| Dinsos Ciamis Latih 15 PPKS Memotong Rambut, Dibekali Skill hingga Mental Usaha |
|
|---|
| Komitmen Zero Halinar, Lapas Kelas IIB Ciamis Musnahkan Barang Bukti Hasil Razia Sejak 2025 |
|
|---|
| Polisi Belum Simpulkan Hasil Rekontruksi Dugaan Asusila Tukang Bakso di Tasikmalaya |
|
|---|
| Sekda Ciamis Soroti Kepemimpinan Profetik, IMM Diminta Pegang Nilai-nilai Kenabian |
|
|---|
| Masih Ada Waktu Untuk Adakan Acara Walimatussafar, Simak Contoh Kalimat Sambutan dan MC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/korbandugaanpenipuanmbgdongahiuhehoh.jpg)