Rabu, 20 Mei 2026

Bupati Herdiat Soroti Antisipasi El Nino Godzilla hingga Dampak Krisis Global di Rakor Pemkab Ciamis

Pemkab Ciamis menggelar Rapat Koordinasi yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal (Rakoor) tingkat daerah di Aula Sekretariat Daerah pada Kamis

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok.Humas Pemkab Ciamis
SOROTI EL-NINO EKSTREM - Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Rapat Koordinasi yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal (Rakoor) tingkat daerah di Aula Sekretariat Daerah pada Kamis (2/4/2026). Herdiat menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik yang bersifat lokal maupun global. 

Ringkasan Berita:
  • Rakoor Ciamis bahas kesiapan hadapi tantangan, termasuk ancaman El Nino ekstrem 2026.
  • Fokus antisipasi: pengelolaan air, irigasi, pangan, serta kesiapsiagaan kebakaran.
  • Tekankan efisiensi energi, anggaran, dan sinergi program pusat-daerah.

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Rapat Koordinasi yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal (Rakoor) tingkat daerah di Aula Sekretariat Daerah pada Kamis (2/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, didampingi Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, serta diikuti seluruh kepala OPD dan camat se-Kabupaten Ciamis.

Dalam arahannya, Herdiat menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik yang bersifat lokal maupun global.

"Salah satu perhatian utama adalah potensi terjadinya fenomena El Nino ekstrem atau yang disebut El Nino Godzilla, yang diperkirakan terjadi mulai April hingga Oktober 2026," ungkapnya.

Kondisi ini berpotensi memicu musim kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air dan sektor pertanian.

Baca juga: Breaking News - Banjir Merendam Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Sejumlah Motor Mogok

Untuk itu, Bupati menginstruksikan agar langkah-langkah antisipatif segera dilakukan, di antaranya dengan menjaga keberlangsungan sumber air, meningkatkan efisiensi penggunaan air bersih, serta mengoptimalkan jaringan irigasi. 

Ia juga meminta pengecekan terhadap sarana pendukung seperti pompanisasi, termasuk di wilayah Purwadadi, agar dapat berfungsi maksimal saat dibutuhkan.

Selain itu, pemanfaatan sumber air alternatif juga perlu ditingkatkan, salah satunya melalui optimalisasi aliran Sungai Ciseel di Kecamatan Purwadadi guna mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian selama musim kemarau.

Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian, khususnya dalam upaya pembangunan sumur air di kawasan persawahan yang berpotensi terdampak kekeringan.

"Di sektor ketahanan pangan, para camat diminta untuk mendorong masyarakat melakukan diversifikasi konsumsi, tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga memanfaatkan sumber pangan lain seperti singkong, ubi, dan talas," paparnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menyimpan cadangan pangan dan tidak menjual seluruh hasil panen ke luar daerah.

Memasuki musim kemarau, risiko kebakaran hutan, lahan, dan permukiman juga diperkirakan meningkat.

 Oleh karena itu, Bupati mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak, termasuk BPBD, Damkar, PDAM, dan Tagana, terutama dalam hal kesiapan sarana dan prasarana seperti tangki air dan pasokan bahan bakar.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved