Sabtu, 9 Mei 2026

Tanggul Jebol di Pamarican Ciamis Sepanjang 26 Meter BBWS Citanduy Kebut Perbaikan

Tanggul Sungai Citalahab di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 26 meter

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
JEBOL - Kondisi Tanggul Sungai Citalahab di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis yang jebol sepanjang kurang lebih 26 meter setelah debit air meningkat akibat hujan deras dan kiriman dari daerah hulu, BBWS Citanduy kerahkan beberapa alat berat untuk memperbaiki. 

Ringkasan Berita:* Tanggul Sungai Citalahab di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 26 meter setelah debit air meningkat akibat hujan deras dan kiriman dari daerah hulu

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Tanggul Sungai Citalahab di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 26 meter setelah debit air meningkat akibat hujan deras dan kiriman dari daerah hulu.

Akibatnya, luapan air sungai itu membanjiri area persawahan dan rumah-rumah warga di dua desa yakni Desa Sukahurip dan Desa Bangunsari untuk kedua kalinya pada Senin (16/2/2026).

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melalui tim OP SDA 3 langsung bergerak melakukan penanganan darurat di dua desa terdampak, yakni Desa Sukahurip dan Desa Bangunsari.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA 3 BBWS Citanduy, Ijang Agus N, melalui Pelaksana Teknis OP SDA 3, Ali Kadapi, menjelaskan kerusakan tidak hanya terjadi pada tanggul, tetapi juga merembet ke badan jalan warga yang berada tepat di sisi tanggul.

“Yang terputus itu tanggul dan sebagian badan jalan. Jadi penanganannya kami bagi dua. Untuk jalan dipasang bolder, sementara untuk tanggul dilakukan pemancangan glugu sebagai penguat sementara,” ujar Ali, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Sekda Ciamis Tarawih Perdana di Masjid Agung Ciamis, Ajak Warga Perkuat Iman dan Persatuan

Menurutnya, sebelumnya sepanjang 18 meter tanggul sudah lebih dulu ditangani menggunakan geobag. 

Namun pada 16 Februari lalu, debit air kembali meningkat akibat intensitas hujan tinggi, termasuk kiriman air dari wilayah hulu seperti Sidamulih.

Akibatnya, bagian tanggul yang belum terikat sempurna kembali terdampak dan sebagian material terbawa arus.

Saat ini, sekitar 25 meter sisa kerusakan masih dalam tahap penanganan. Tim melakukan pemancangan glugu kelapa setinggi enam meter sebagai struktur penahan awal.

Tak hanya itu, untuk memperkuat konstruksi, diterapkan kombinasi pemasangan bronjong di alur sungai, geobag, serta bolder guna menahan gerusan dan menstabilkan badan jalan.

“Kami bekerja maksimal bahkan sampai malam. Penanganan bencana tidak bisa ditunda. Prinsip kami cepat, cepat, dan cepat, tentu dengan tetap memperhatikan keselamatan,” katanya.

Ali menambahkan, proses pekerjaan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan tinggi debit air. 

Jika debit rendah, pekerjaan tetap berjalan meski hujan turun. Namun apabila terjadi kenaikan signifikan, pekerjaan dihentikan sementara demi keamanan pekerja.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved